1. Menyalahkan orang lain

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.



Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.



Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.



2. Menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".



Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.



3. Tidak punya goal atau cita-cita

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.



4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".



5. Mengambil jalan pintas (shortcut)

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.



6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai

Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?



7. Mengabaikan hal-hal kecil

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.



8. Terlalu cepat menyerah

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.



9. Bayang-bayang masa lalu

Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.



10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

blog-apa-aja.blogspot.com 


1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.


2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.


3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.


4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.


5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.


6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.


2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.


4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.


5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.


6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.
Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


insiden satu : seorang anak kecil meninggal karena ahli bedah yang menemukan semut di otaknya !

Rupanya anak ini tertidur dengan beberapa permen di mulutnya atau di samping tempat tidurnya .Semut itu merangkak ke teLinganya dan akhirnya berhasil masuk ke otaknya.

Ketika ia terbangun ,ia tidak menyadari bahwa semut telah berada di dalam kepalanya.

Setelah itu , ia terus menerus mengeluh tentang gatal di sekitar wajahnya.Ibunya membawanya ke dokter, tapi dokter tidak tahu apa yang salah dengan dia. Ia mengambil sebuah X-ray dari anak itu dan ngeri, ia menemukan sekelompok semut hidup di tengkoraknya. Karena semut masih hidup, dokter tidak bisa mengoperasi anak tersebut karena semut terus-menerus bergerak. Anak itu akhirnya mati. Jadi harap berhati-hati ketika meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur Anda atau ketika makan di tempat tidur. Ini mungkin menarik semut. Yang terpenting, JANGAN PERNAH anda atau anak anda makan permen sebelum tidur. Anda atau anak anda mungkin tanpa disadari telah menarik semut saat anda tertidur.


Insiden Dua : Kejadian serupa terjadi di sebuah rumah sakit di taiwan. Orang di rawat di rumah sakit dan selalu di peringatkan oleh perawat untuk tidak meninggalkan bahan makanan di dekat tempat tidur karena ada semut. Dia tidak mengindahkan nasihat mereka.

Semut akhirnya sampai ke kepalanya.
Anggota keluarganya mengatakan bahwa orang itu terus menerus mengeluh sakit kepala. Dia meninggal dan diotopsi.

Dokter menemukan sekelompok semut hidup di kepalanya. Ternyata, semut telah makan sebagian kecil dari otaknya.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6830566
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


Memang Terkadang hidup itu haruslah berwarna, dan penuh dengan keriangan, akan tetapi tidak dengan orang-orang ini, mereka mungkin melakukan hal-hal yang kita anggap tidak masuk akal, hal bodoh dan cenderung ekstrem, tapi inilah pilah yang ingin mereka lalukan



MORE PICTURE





































Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
PCiklopedia.co.cc - Otak manusia menyusut seiring perkembangan lingkungan sosialnya yang semakin kompleks.

Profesor David Geary, psikolog dari University of Missoury bersama koleganya yang telah mempelajari evolusi ukuran tengkorak manusia berusia 1,9 juta sampai 10 ribu tahun lalu, menemukan bahwa ukuran otak menyusut sejalan dengan semakin meningkatnya kepadatan populasi.

Hipotesis yang mereka gunakan adalah semakin banyak manusia yang tinggal bersama secara berdekatan, maka semakin banyak pertukaran yang terjadi dalam kelompok, semakin rapi pembagian fungsi kerja, dan semakin kaya serta beragam interaksi diantara sesama manusia. "Saat masyarakat dengan tatanan sosial yang makin kompleks muncul, otak mengecil karena manusia tidak perlu sepintar sebelumnya untuk bertahan hidup," kata Geary seperti dikutip AFP.

Hipotesis Geary dan timnya itu sesuai dengan hasil penelitian yang mengungkapkan otak manusia menyusut selama 30 ribu tahun terakhir. Ukuran rata-rata otak manusia modern--Homo sapiens--menurun sekira 10 persen selama periode itu dari 1.500 menjadi 1.359 centimeter kubik, seukuran sebuah bola tenis. Pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tengkorak yang ditemukan di Eropa, Timur Tengah, dan Asia itu juga menemukan otak wanita yang lebih kecil dari rata-rata ukuran otak pria pun mengalami penysutan dalam jumlah yang sama.

Meski begitu, ahli antropologi tidak terlalu terkejut dengan fenomena penyusutan otak manusia. Pasalnya, menurut mereka, ukuran otak berkaitan erat dengan ukuran tubuh. Semakin besar dan kuat tubuh manusia, semakin besar ukuran otak untuk mengontrolnya.

Para antropolog merujuk pada manusia Neanderthal "sepupu" manusia modern yang tubuhnya jauh lebih besar, memiliki otak yang juga lebih besar. Begitu pula manusia Cro-Magnon -- yang membuat lukisan binatang besar di gua Lascaux 17 ribu tahun lalu -- yang tubuhnya lebih kuat dibandingkan pendahulunya. Menurut Geary, karakteristik itu memang diperlukan dalam menghadapi lingkungan yang penuh bahaya.

Namun penyusutan otak bukan berarti manusia modern lebih bodoh daripada leluhurnya. "Ini justru menunjukkan bahwa otak manusia modern berkembang dengan cara yang berbeda serta memiliki bentuk kecedasan yang lebih rumit," simpul Brian Hare, asisten profesor antropologi dari Dukue University.

Sumber : http://www.pciklopedia.co.cc/2011/02/pciklopedia.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
5. Merpati
http://hermawayne.blogspot.com
Pada saat manusia membutuhkan beberapa jenis peta dan kompas untuk menemukan jalan pulang setelah perjalanan panjang, merpati pos dapat kembali dari jarak yang sangat panjang (lebih dari 1.100 mil) tanpa panduan apapun.

Sebenarnya, mereka memiliki beberapa bantuan. Menurut penelitian oleh University of Frankfurt, merpati memiliki besi yang mengandung struktur di paruh mereka, yang membantu mereka merasakan medan magnet bumi independen gerak dan postur tubuh, yang bisa menentukan posisi geografis mereka. Hasil Penelitian dirilis tahun ini menunjukkan daya tarik magnetik ini hadir pada burung lain.

4. Semut
http://hermawayne.blogspot.com
Meskipun ukuran mereka kecil, banyak varietas di dunia semut yang memiliki kemampuan luar biasa. Salah satu yang paling mengesankan adalah smithii mycocepurus dari Amazon, sebuah spesies feminis super yang telah mengembangkan kemampuan untuk mereproduksi melalui kloning untuk berevolusi menjadi jenis yang semuanya perempuan.

Menurut penelitian dari University of Arizona, tidak jelas ketika perubahan itu terjadi, tetapi dengan reproduksi tanpa seks, semut energik menghindari proses produksi laki-laki dan menggantinya dengan dua kali lipat jumlah reproduksi perempuan yang dihasilkan setiap generasi.

Tidak seperti kita manusia, semut juga belajar cara-cara yang efisien untuk mengatur lalu lintas super mereka. Pada tahun 2006 penelitian oleh University of California Berkeley telah menetapkan bahwa perangkap semut-rahang (bauri odontomachus) dapat menutup rahangnya tersebut pada kecepatan yang luar biasa. Proses ini berlangsung hanya dalam 0,13 milidetik, 2.300 kali lebih cepat dari kedipan mata.

3. Rayap
http://hermawayne.blogspot.com
Di Zimbabwe, spesies rayap Macrotermes michaelseni telah mengembangkan teknik yang tepat untuk peternakan jamur tertentu yang berfungsi sebagai makanan mereka.

Jamur ini hanya dapat tumbuh sekitar 87 derajat Fahrenheit, sedangkan suhu diluar sarang adalah 104 derajat Fahrenheit pada siang hari dan 35 derajat Fahrenheit di malam hari, rayap telah mempunyai sistem untuk menjaga suhu tetap dalam sarang mereka dengan terus-menerus membuka dan menutup ventilasi pemanasan dan pendinginan.

Ini adalah suatu ide yang menginspirasi bagi Loughborough University yang telah melakukan penelitian dengan menggunakan teknik yang sama dalam bangunan untuk manusia.

2. Simpanse
http://hermawayne.blogspot.com
Banyak yang telah mengetahui tentang kecerdasan simpanse, dengan beberapa orang yang mengklaim mereka jenius dan lainnya mengatakan bahwa kecerdasan mereka hanya setara dengan anak manusia berusia 3 tahun.

Tapi setidaknya ada satu area di mana simpanse lebih cerdas daripada manusia, yaitu photographic memory. Sebuah studi oleh Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto membuktikan simpanse muda memiliki kemampuan memori yang luar biasa untuk kenangan numerik, bahkan lebih baik daripada manusia dewasa yang diuji dengan kasus yang sama dan mengikuti prosedur yang sama.

1. Lumba-Lumba
http://hermawayne.blogspot.com
Baru-baru ini, lumba-lumba dinyatakan sebagai makhluk kedua di dunia yang paling cerdas. Sebuah zoologi dari Emory University di Atlanta, Georgia, menurut The Times, mengatakan bahwa "neuroanatomy mereka menunjukkan kontinuitas psikologis antara manusia dan lumba-lumba," dan menyerukan untuk peninjauan kembali terhadap interaksi manusia dengan lumba-lumba. Ilmuwan lain dari Universitas Marymount Loyola di Los Angeles bahkan menyebut mereka sebgai "orang-orang non-manusia. "

Jadi ya, lumba-lumba lebih cerdas daripada simpanse dengan kemampuan komunikasi yang mirip dengan manusia. Otak mereka hanya selisih sedikit dengan massa otak manusia, membuat mereka sebagai hewan dengan budaya dan kepribadian yang berbeda dengan kemampuan untuk berpikir tentang masa depan.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati