Menyandang status sebagai selebritas dunia tentu suatu hal yang membanggakan dan menyenangkan. Berlimpah materi, hidup glamor, dikenal publik dan juga memiliki rumah mewah di mana-mana. Tapi tahukah Anda, beberapa seleb Hollywood ternyata memiliki pengalaman yang pahit sebelum mereka menjadi terkenal seperti sekarang ini. Mereka bahkan tidak memiliki rumah dan menjadi tunawisma. Berikut sejumlah pesohor Hollywood yang sempat hidup berpindah-pindah dari terminal sampai dengan di bawah jembatan seperti dikutip dari Hollyscoop:

Halle Berry

Saat usia 21 tahun, Halle Berry memutuskan untuk pindah ke New York dan mengejar impiannya sebagai aktris. Ternyata tidak mudah bagi Berry untuk menjadi seorang bintang besar. Ia harus bekerja keras dan hidup serba kekurangan selama meraih cita-citanya tersebut. Ia tidak punya tempat tinggal dan membuatnya terdampar di sebuah penampungan tunawisma.

Shania Twain
http://hermawayne.blogspot.com
Shania Twain memiliki banyak pengalaman hidup. Sebelum ia berhasil menjadi penyanyi dan mendapatkan Grammy Awards, Twain pernah tinggal di penampungan tunawisma. Pada usia 14 tahun, ia masih tinggal bersama keluarganya di penampungan. Namun 2 tahun kemudian, ia memilih hidup sendiri di Toronto dan tidur di dalam bis.

Kurt Cobain
http://hermawayne.blogspot.com
Sebelum terkenal dan sukses sebagai vokalis Nirvana, Kurt Cobain hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan. Ia juga tidak memiliki tempat tinggal, sehingga ia hidup berpindah-pindah untuk sekedar beristirahat dan tidur. Tidak jarang ia tinggal di bawah jembatan, kotak kardus, di halaman rumah temannya atau di ruang tunggu rumah sakit.

Carmen Electra
http://hermawayne.blogspot.com
Tidak banyak yang tahu, Carmen Electra pernah menjadi tunawisma selama beberapa tahun. Dia mengaku saat itu dirinya masih berusia 20 tahunan. Dan ia ditipu oleh mantan pacarnya yang mencuri semua uang tabungannya. "Saya ingat duduk di bangku taman dan menangis karena saya terdampar," ucapnya.

Daniel Craig
http://hermawayne.blogspot.com
Saat ini Daniel Craig sangat terkenal dengan perannya sebagai James Bond. Popularitasnya meningkat dan pendapatannya juga terus bertambah. Tapi tahukah Anda, sebelum dikenal sebagai aktor, pria asal Inggris ini tidak memiliki rumah. Ia biasa tidur di bangku-bangku taman di London.

Sylvester Stallone
http://hermawayne.blogspot.com
Di awal karirnya sebagai aktor sekitar tahun 1970-an, Sylvester Stallone tidak memiliki pekerjaan rutin. Alhasil, ia tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak memiliki rumah. Bintang film 'Rambo' ini harus hidup berpindah-pindah. Stalone pernah tidur di sebuah terminal beberapa pekan lamanya. Namun ketika ia mendapat tawaran untuk terlibat dalam sebuah film, Stallone menerima bayaran US$100 dolar per hari. Dan ia bekerja selama 2 hari dan mendapatkan uang US$200. Uang itu digunakan Stallone untuk menyewa sebuah tempat tinggal dan tidak lagi tidur di terminal.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Seorang penemu Jepang telah menciptakan sebuah mesin yang cocok untuk penggunaan rumah tangga. Mesin tersebut dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, sebuah teknologi yang dapat membantu mengatasi tumpukan tas dan kantung plastik dari toko grosir di dalam gudang atau dapur.


Tas plastik, botol dan beberapa produk pengemas lain pada dasarnya terbuat dari minyak. Akinori Ito--nama sang penemu--dengan mesinnya mengubah produk tadi ke materi aslinya melalui proses negatif-karbon. Karbon memanaskan plastik, memerangkap uap dalam sebuah sistem pemipaan, lalu kamar-kamar air yang berfungsi mendinginkan uap, mengembunkan mereka kembali menjadi minyak mentah.

Proses itu dipaparkan dalam situs online Clean Technica. Minyak mentah tentu cocok untuk penggunaan generator dan beberapa tipe kompor. Ia juga dapat disuling lebih jauh menjadi bensin.

Mesin tersebut telah dijual oleh Blest Corporation milik Ito dan dipuji karena efisiensinya. Piranti itu dapat mengubah satu kilogram sampah plastik menjadi satu liter minyak dengan energi sebesar satu kilowat per jamnya. Sistem tersebut dibanderol $10,000 (Rp100 juta). Namun Ito berharap harga akan turun ketika permintaan dan produksi meningkat.

Mesin karya Ito memang bukan yang pertama kali mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Namun mesin itu memperoleh penghargaan karena ukurannya yakni didesain untuk penggunaan rumah tangga.

Selama ini mesin yang beredar jauh lebih besar, seperti Envion Oil Generator, yang mampu memproses 10 ribu ton plastik setiap tahunnya. Setiap sampah plastik diubah menjadi tiga hingga lima barel minyak mentah yang dapat disuling lebih jauh menjadi bahan bakar komersial seperti bensin bahkan avtur. Sebuah demonstrasi pengoperasian Envion sempat digelar di Washington dua tahun lalu.

Ketika membakar untuk memproduksi minyak, mesin-mesin tersebut melepaskan karbon dioksida ke atmosfer lalu berkontribusi terhadap perubahan iklim, namun mereka juga menjadi solusi dari tumpukan sampah plastik. Menurut Envion, sekitar 50 juta ton sampah plastik dihasilkan tiap tahun. Bila semua bisa diubah menjadi minyak, proses itu akan membantu mengurangi ketergantungan minyak dari negara asing.

Sumber : http://tempatbagibagi.blogspot.com/2011/02/mesin-hemat-ala-jepang-plastik-pun.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati









Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.


Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur" Suara itu berasal dari mulut seorangi insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.

Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajemen Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ?

Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan"DENDAM POSITIF"

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA.

Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu.
Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi.
Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnyamenyusul yang lain.

Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuahjabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Akuingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu.Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini. "

Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yangdipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah kisah siap ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan MineralArab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan"DENDAM POSITIF" Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita. Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.

Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."

Sumber : http://www.iswandibanna.com/2011/02/berawal-dari-segelas-air-mengubahnya.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati