https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmhQc2DwAAVgdwohX9miDfat2G5MS7oOtPpJxyTMIETc_fvLQECx3fcdsOfeWOF3BCBNIkGBGSNxHSCtgLiWBJ8CUWDA0XcQLLqKAs6XgKfqOjfaF1OASEQl7ycUNIfMpr9Z21gZpsR7xp/s1600/hieroglyph-glossary-jan-1-20091.jpg
Hieroglif Mesir (pengucapan /ˈhaɪərəʊɡlɪf/; dari Yunani ἱερογλύφος "ukiran suci", dalam Bahasa Inggris hieroglyphic = τὰ ἱερογλυφικά [γράμματα]) adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Hieroglif Mesir merupakan salah satu sistem penulisan paling tua yang dikenal manusia. Beberapa dari tulisan tersebut berasal dari tahun 3000 sebelum masehi dan telah digunakan oleh bangsa Mesir selama lebih dari 3000 tahun. Masyarakat Mesir menggunakan hieroglif kursif untuk sastra keagamaan pada papirus dan kayu. Adapula variasi formal tulisan yang lebih kecil, yang disebut hieratik dan demotik, namun secara teknis tulisan tersebut bukan merupakan hieroglif.

Etimologis
Berdasarkan kamus, arti dari hieroglif adalah tulisan dan abjad Mesir Kuno, yang terdiri atas 700 gambar dan lambang dalam bentuk manusia, hewan, atau benda; dan lambang tulisan (menyerupai gambar paku) yang bersifat rahasia atau teka-teki yang sukar dibaca atau dipahami maknanya. Disebut hieroglif karena ketika orang Yunani pertama kali melihat tulisan itu, mereka yakin bahwa tulisan tersebut merupakan tulisan pendeta yang memiliki makna dan tujuan yang suci. Kata hieroglif berasal dari kata sifat bahasa Yunani yaitu ἱερογλυφικός (hieroglyphikos), gabungan dari ἱερός (hierós ‘keramat’ atau ‘suci’) dan γλύφω (glýphō ‘ukiran’, ‘pahatan’, atau glyphs). Kata glyphs sendiri merujuk pada τὰ ἱερογλυφικὰ γράμματα (tà hieroglyphikà grámmata, ‘kesusastraan ukir pahat’). Kata hieroglyph dalam bahasa Inggris dijadikan kata benda, menggantikan arti kata hieroglif yang sebenarnya. Yang seharusnya seperti dalam kalimat sebelumnya, kata hieroglyphic merupakan sebuah kata sifat, namun sering terjadi kekeliruan dalam penggunaan kata hieroglyph sebagai sebuah kata benda.

Sejarah dan Perkembangannya
Hieroglif sudah muncul dari sebelum kesusastraan tradisi artistik Mesir. Contohnya, simbol pada tembikar Gerzean dari tahun 4000 SM menyerupai penulisan hieroglif. Selama beberapa tahun, prasasti hieroglif yang pertama kali diketahui adalah Narmer Palette, ditemukan dalam penggalian di Hierakonpolis (sekarang Kawm al-Ahmar) pada tahun 1890-an, yang diperkirakan tahun 3200 SM. Bagaimanapun, pada tahun 1998, tim arkeologis Jerman di bawah pimpinan Günter Dreyer pada penggalian di Abydos (sekarang Umm el-Qa'ab) menemukan sebuah makam dari seorang penguasa Predynastic, dan menemukan tiga ratus pahatan nama dari tanah liat dengan proto-hieroglyphs, tertanggal pada masa Naqada IIIA dari abad ke-33 Sebelum Masehi. Kalimat pertama yang tertulis penuh dengan hieroglif sejauh yang ditemukan adalah kesan segel yang ditemukan di makam Seth-Peribsen yang terletak di Umm el-Qa'ab, tertanggal dari dinasti kedua. Di zaman Kerajaan Tua, Kerajaan Tengah, dan Kerajaan Baru, terdapat sekitar 800 hieroglif. Saat zaman Greco-Roman, mereka menomori lebih dari 5,000 hieroglif. Pada abad keempat, beberapa orang mesir akhirnya dapat membaca hieroglif. Penggunaan hieroglif kemudian berhenti setelah penutupan seluruh gereja non-kristen pada tahun 391 Masehi oleh Kaisar Roman, Theodosius I; yang tertulis dalam prasasti terakhir dari Philae, diketahui sebagai The Graffito of Esmet-Akhom, tahun 396 Masehi. Penemuan hieroglif yang paling menggemparkan dalam sejarah modern adalah penemuan Batu Rosetta pada sekitar tahun 1799. Orang yang mendapatkan penghargaan dari menafsirkan tulisan tersebut adalah Jean Francois Champollion. Pada awalnya, orang Mesir menggunakan bentuk gambar tulisan yang kasar, seperti yang digunakan oleh suku-suku primitif di seluruh dunia. Hieroglif adalah gambar yang masing-masing mewakili objek alamiah. Matahari digambarkan sebagai piringan, bulan digambarkan dengan bulan sabit, air digambarkan oleh garis gelombang, orang dengan bentuk orang, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tulisan gambar ini tidak dapat mewakili kata-kata atau benda-benda yang tidak dapat dilihat mata seperti pikiran, cahaya, dan hari. Sehingga hieroglif pun lebih dianggap sebagai simbol ide daripada sebuah gambar objek. Piringan dapat juga berarti ‘hari’, bukan hanya berarti matahari. Ide-ide ini disebut dengan ‘ideogram’. Perkembangan hieroglif selanjutnya adalah menggunakan gambar, lebih untuk mewakili bunyi daripada untuk mewakili objek sesungguhnya. Misalnya, sebuah gambar lebah dapat bukan berarti serangga, melainkan merujuk pada kata ‘lebah’. Daun dapat memiliki arti ‘percaya’ (kita gunakan kata dalam Bahasa Indonesia untuk memudahkan dalam menunjukkan bagaimana cara kerjanya). Hieroglif seperti itu, yang digunakan sebagai bunyi, dikenal dengan nama ‘fonogram’. Belakangan, orang Mesir dapat menulis kata apa saja yang mereka kenal, baik kata itu berarti sesuatu yang dapat mereka gambarkan atau tidak. Dari fonogram tersebut mereka mengembangkan satu seri tanda, masing-masing mewakili satu huruf. Dalam penulisan, orang Mesir hanya menggunakan huruf konsonan (huruf mati) saja. Misalnya, kata ‘minum’ hanya akan ditulis ‘mnm’ (tentunya dengan menggunakan tulisan Mesir). Orang Mesir juga terus menggunakan simbol-simbol lama dalam tulisan mereka seperti ideogram, fonogram, dan picturegram (tulisan gambar) semuanya digabungkan. Seiring berjalannya waktu, tulisan tersebut menjadisangat rumit sehingga tidak mudah dimengerti oleh orang awam.

Sistem Penulisan
Penulisan hieroglif dapat dimulai dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, atau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, tetapi biasanya dimulai dari kanan ke kiri (seperti dalam penulisan Arab, walaupun dalam penulisan formal zaman sekarang ini menggunakan kiri ke kanan).

Jenis Hieroglif
Hieroglif terdiri dari tiga macam glyph yaitu phonetic glyphs, termasuk karakter satu konsonan yang berfungsi seperti abjad, logographs; dan semagram (simbol semantik yang menentukan makna), yang membatasi arti dari logographic atau kata-kata fonetis.

Secara visual, keseluruhan hieroglif kurang lebih bersifat kiasan: mereka merepresentasikan elemen yang nyata ataupun ilusional, terkadang menyesuaikan dengan mode dan disederhanakan, tetapi secara umum benar-benar dikenal dalam tanda. Bagaimanapun, simbol atau tanda yang sama, berdasarkan konteksnya, dapat diinterpretasikan dalam bermacam-macam cara yaitu sebagai fonogram (phonetic reading), sebagai logogram, atau sebagai ideogram (semagram; determinative, semantic reading).

Kebanyakan simbol atau bentuk hieroglif merupakan fonetis alam, yang berarti bahwa simbol tersebut dibaca dan dibuat sesuai dengan karakteristik visualnya. Gambar dari mata dapat menjelaskan kata ‘mata’ itu sendiri dan kata ‘saya’ dalam bahasa Inggris (‘eye’ dan ‘I’). Gambar mata itu disebut dengan fonogram dari kata ‘I’. Bentuk fonogram dengan satu konsonan disebut mono- atau tanda uniliteral; dengan dua konsonan, tanda biliteral; dengan tiga konsonan disebut tanda triliteral. Dua puluh empat tanda uniliteral disebut abjad hieroglif. Penulisan hieroglif Mesir normalnya tidak mengindikasikan huruf vokal seperti A, I, U, E, O.

Penulisan Mesir sering kali pleonastis atau berlebihan. Ini sering kali terjadi dalam sebuah kata yang harus diikuti oleh sejumlah karakter penulisan yang memiliki kesamaan pengucapan. Contohnya, kata nfr, yang memiliki arti ‘cantik, baik, sempurna’, ditulis dalam triliteral yang unik.

Nfr 111.jpg

Bagaimanapun, hal ini sangat biasa ditambahkan dalam triliteral, uniliteral untuk f dan r. Kata tersebut dapat ditulis sebagai nfr+f+r namun tetap dibaca dengan nfr. Dua karakter abjad ditambahkan demi kejelasan ejaan dari hieroglif triliteral yang terdahulu. Karakter berlebihan yang mengikuti tanda biliteral atau triliteral disebut phonetic complements atau pelengkap fonetis. Dapat ditempatkan di depan tanda (jarang), setelah tanda (seperti ketentuan umumnya), atau bahkan dikeduanya.

Selain interpretasi fonetis, karakter atau simbol-simbol juga dapat dimaknai dengan membaca, dalam hal ini logogram diucapkan (atau ideogram) dan semagram (sering disebut juga dengan determinative).

Logogram

Hieroglif digunakan sebagai logogram untuk menegaskan suatu objek yang merupakan sebuah gambar. Untuk itu logogram merupakan benda biasa yang sering digunakan. Dalam teori, seluruh hieroglif memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai logogram. Logogram dapat ditemani dengan pelengkap fonetis.

Semagram

Determinatives atau semagram (simbol semantik yang menentukan makna) ditempatkan di akhir dari sebuah kata. Karakter ini bertujuan untuk mengklarifikasi tentang apakah sebuah kata itu, seperti homofonik glyphs.

sumber

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Sungguh cerdas anak, anak jenius ini bernama Nina berumur 4 tahun. Anak balita dari Asia ini sangat lancar dan tenang menjelaskan situasi yang terjadi pada negara mesir.




Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Presiden Hosni Mubarak Mundur akhirnya nya terjawab sudah di mana beberapa ribuan warga mesir demo setiap hari untuk menuntuk presiden mubarok turun dari jabatannya. Dalam foto nampak jutaan rakyat mesir bergembira setelah Hosni Mubarak resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir yang diumumkan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman, Jumat (11/2/2011).

Mereka tumpah ruah memenuhi Tahrir Square merayakan kemenangan kedaulatan rakyat atas bergulirnya revolusi Mesir. Mereka kini siap memasuki era baru, menciptakan peradaban politik dan HAM yang lebih baik.

Teriakan membahana itu memenuhi seluruh sudut Tahrir Square. Ratusan ribu demonstran bersorak gembira setelah Presiden Mesir Husni Mubarak resmi menyatakan mundur. Kepastian mundur Mubarak ini disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman.

Berikut ini foto kegemberiaan warga mesir setelah Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan mundurnya presiden hosni mubarak :
Mubarak Mundur
Mubarak Mundur
Mubarak Mundur
Mubarak Mundur

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati


Wael Ghonim

Pergolakan di Mesir mencatat sejarah baru bagi negara tersebut, yaitu munculnya tokoh-tokoh muda. Mereka menjadi inspirasi bagi rakyat untuk tetap turun ke jalan dalam hampir tiga pekan terakhir untuk menuntut mundur Presiden Hosni Mubarak, meski sempat disabotase pemerintah lewat pemblokiran saluran internet dan ponsel serta diteror milisi preman pro Mubarak.

Tokoh-tokoh baru itu bukanlah mereka yang sudah terkenal, seperti Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi populer yang keberadaannya dilarang oleh rezim Mubarak, dan bukan pula Mohamed ElBaradei - peraih Nobel Perdamaian yang malang melintang di luar negeri semasa aktif memimpin lembaga pengawas nuklir PBB.

Sejumlah inspirator yang dimaksud adalah mereka yang, sebelum pergolakan ini dimulai, tidak dikenal oleh publik di Mesir. Dua tokoh muda yang mendapat sorotan adalah Khaled Said dan Wael Ghonim.

Bagi kaum muda Mesir, Said menjadi martir bagi gerakan pro demokrasi setelah mati mengenaskan oleh pihak keamanan, sedangkan Ghonim dianggap banyak kalangan sebagai pahlawan setelah ditahan polisi selama 11 hari.

Sebelum ditangkap polisi, Ghonim bergerak di "bawah tanah" sebagai aktivis internet. Pemuda berusia 30 tahun itu menjadi salah satu motor penggerak mobilisasi massa melalui internet untuk turun ke jalan dengan mengelola sejumlah grup akun di laman jejaring sosial Facebook.

"Ini adalah revolusi kaum muda di internet dan kini merupakan revolusi bagi semua rakyat Mesir," kata Ghonim kepada kantor berita Associated Press. Salah satu grup akun Facebook yang dikelola Ghonim itu bernama "We are All Khaled Said." Nama grup akun itu terinspirasi dari seorang pemuda bernama Khaled Said.

Menariknya, Ghonim dan kalangan muda lainnya melihat Said sebagai motivator mereka untuk berontak melawan kesewenang-wenangan rezim Mubarak, yang berkuasa sejak 1981. Pemimpin berusia 82 tahun itu, bagi Ghonim dan kaum muda di Mesir, memandang sebelah mata eksistensi dan hak-hak mereka untuk berekspresi.

Said pun menjadi korban kebrutalan rezim Mubarak. Pria berusia 28 tahun itu tewas Juni tahun lalu setelah, tanpa alasan yang jelas, disiksa sejumlah polisi berpakaian sipil di suatu warung internet di Kota Alexandria. Padahal Said adalah bagian dari masa depan Mesir. Menurut media Almasry Alyoum, Said dikabarkan pernah menimba ilmu di Amerika Serikat (AS) untuk belajar program sistem komputer.

Muncul foto Said dalam keadaan sudah tidak bernyawa namun dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Itulah sebabnya kematian Said di tengah polisi tidak bisa diterima para pemuda seperti Ghonim.

Maka, Ghonim pun rela mempertaruhkan profesinya sebagai salah seorang eksekutif perusahaan jasa informasi internet terbesar di dunia, Google Inc., untuk ikut bergerak menentang rezim Mubarak. Ghonim sejak Januari 2010 tercatat sebagai seorang manajer marketing Google untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dia sebenarnya hidup nyaman dengan pekerjaannya di Dubai, Uni Emirat Arab. Namun, kenyamanan itu dia tinggalkan selama beberapa pekan terakhir. Menurut stasiun berita BBC, Ghonim berhasil membujuk Google untuk memberi dia cuti pulang kampung ke Mesir karena "urusan pribadi." Nyatanya, ia ikut gerakan bawah tanah anti Mubarak.

Namun, pada 27 Januari 2011, Ghonim dinyatakan hilang saat situasi di Mesir akibat gelombang demonstrasi mulai panas. Akhirnya muncul laporan bahwa Ghonim ditahan polisi Kairo setelah ketahuan terlibat dalam gerakan anti Mubarak lewat internet.

Pria yang sudah punya dua anak itu selama 11 hari mendekam di sel. Berkat lobi dan desakan dari sejumlah pihak, termasuk dari lembaga Amnesty International, Ghonim akhirnya dibebaskan pada 7 Februari 2011.

Dalam wawancara dengan Dream 2 TV, Ghonim mengaku mendapat perlakuan baik dari polisi selama ditahan. Namun, dia kaget saat polisi menyebut dia sebagai penghianat.

"Siapapun yang punya maksud baik akan dicap pengkhianat karena menjadi jahat sudah merupakan norma. Kalau saya pengkhianat, tentu saya sudah berleha-leha di vila saya di Uni Emirat Arab sambil cari uang yang banyak dan berkata seperti yang lain, 'Biarkan negara ini [Mesir] jadi neraka.' Namun, kami bukan pengkhianat," kata Ghonim.

Di penjara berhari-hari tidak membuat Ghonim kapok. Menurut harian LA Times, tak lama setelah bebas, Ghonim bukannya pulang ke Dubai tapi justru kembali turun ke jalan. Ia juga kembali aktif di Twitter. "Kebebasan adalah sebuah berkah dan kita pantas untuk memperjuangkannya." kata Ghonim di salah satu tweet-nya.

Ghonim juga merupakan pendukung setia tokoh oposisi Mesir pemenang Nobel, Mohammad ElBaradai. Ghonim bergabung secara sukarela sebagai tim kampanye ElBaradei, sebulan sebelum mantan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEC) itu kembali ke Mesir.

Menurut Ziad Al-Alimi, asisten senior ElBaradai, Ghonim sempat membantu membuatkan ElBaradai situs web resmi www.7amla.net. Dia juga membuat laman resmi ElBaradei di Facebook.

Aksi gigih dan pengorbanan Ghonim, yang terinspirasi oleh kematian tragis Said, membangkitkan kesadaran banyak orang di Mesir. Tak hanya kaum muda, namun juga warga-warga yang sudah mapan seperti Afaf Naged, mantan anggota komisaris Bank Nasional Mesir. Mereka pun turun ke jalan menuntut Mubarak segera turun dari kekuasaan.

“Saya juga datang kemari karena Wael Ghonim. Dia benar ketika mengatakan partai Mubarak, NDP (Partai Demokratik Nasional) telah tamat. Tidak ada lagi partai, namun mereka tidak mau mengakuinya,” kata Naged seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.

Seorang perempuan bernama Fifi Shawqi juga baru kali pertama ikut berdemo. Dia membawa serta ketiga anaknya dalam demonstrasi di Lapangan Tahrir, Kairo, pada 8 Februari 2011.

Shawqi juga mengaku tergerak oleh pernyataan Ghonim selepasnya dari penjara. Kala itu, Ghonim menyatakan sedih atas korban tewas dan dia mengatakan cinta Mesir.

“Saya menangis. Saya merasa dia dan semua pemuda di sini seperti anak saya sendiri,” ujar Shawqi. Dalam aksi itu, Ghonim sempat berorasi di hadapan puluhan ribu demontrasi di Lapangan Tahrir. Pidato ini langsung mendapatkan respon positif dan membakar semangat para demonstran.

Namun, Ghonim tidak mau disebut pahlawan. "Tolong jangan sebut saya sebagai pahlawan. Saya bukan pahlawan, saya selama 12 hari terakhir hanya tidur. Pahlawan adalah mereka yang turun ke jalan. Jadi, arahkan kamera Anda kepada orang yang tepat," kata Ghonim.

Sumber : http://fokus.vivanews.com/news/read/204274-dua-pemuda-ini-pahlawan-revolusi-mesir

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
jpg (132×210)

Para mahasiswa di Mesir mengeluhkan proses evakuasi warga Indonesia yang berjalan lambat dan tidak menjangkau seluruh WNI di luar Kairo. Mereka pun menyebut pemerintah Indonesia persis polisi di film India, yang baru datang setelah masalah selesai.

"Teman-teman pada komentar, Indonesia ibarat polisi dalam film India, yaitu selalu datang ketika permasalah kian meruncing," ujar seorang mahasiswa Indonesia di Mesir, Abdul Baits El-abror.

Abdul menjelaskan banyak WNI yang ingin segera dipulangkan. Tetapi ada juga yang memilih bertahan di Mesir karena alasan studi. Permasalahan yang dihadapi para mahasiswa ini rata-rata masalah keuangan, karena tidak leluasa mengambil uang kiriman ke bank.

"Beasiswa yang biasa kita dapatkan setiap bulan pun belum kita dapatkan," katanya.

Abdul tinggal di Asrama Delegasi Negara-Negara Islam atau Madenet El-boe’oes El-islamy. Lokasinya terletak sekitar 10 km dari pusat demonstrasi di Lapangan Tahrir. Sebagian besar rekan-rekannya yang berasal dari Pakistan dan Maroko sudah lebih dulu angkat kaki setelah Mesir memanas.

"Asrama kini lebih lenggang. Para pengurus asrama pun banyak yang tidak masuk kerja," tambahnya.

Abdul masih bersyukur karena persediaan logistik di tempatnya masih cukup. "Sejauh ini masih mencukupi seperti biasanya. Sebelumnya beberapa hari lalu sempat tertempel pengumuman, agar lebih berhemat dan tidak memboroskan bahan logistik dan air di asrama, karena alasan sulitnya mencari persediaan logistik di luar," tutupnya.


Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/02/05/171800/1560797/10/evakuasi-pemerintah-ri-di-mesir-seperti-polisi-film-india?9911022
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
Krisis politik di Mesir yang dipicu oleh aksi demostrasi besar-besaran oleh rakyat negeri piramida itu guna menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur, tak hanya merenggut nyawa lebih dari 300 demostran, tapi juga nyawa seorang jurnalis negeri itu, Ahmed Mohammed Mahmoud. Jurnalis berusia 36 tahun tersebut tewas akibat ditembak tentara, Jumat (4/2/2011).

Seperti dikutip VIVAnews dari situs Al Ahram, Sabtu (5/2/2011), Mahmoud diterjang peluru panas tentara pada sepekan sebelumnya, yakni Jumat 28 Januari 2011, saat sedang mengambil gambar peristiwa bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan dari balkon rumahnya. Ia diduga sengaja ditembak oleh penembak jitu (sniper).

Mahmoud bekerja untuk koran Al Taawun, masih satu grup dengan Al Ahram. Ia tinggal di dekat pusat pergolakan, Lapangan Tahrir, yang juga menjadi lokasi rusuh antara kelompok antipemerintah dan kubu pendukung rezim Hosni Mubarak.

Tragedi Mahmoud adalah cermin rentannya keselamatan para awak media yang bertugas mengabarkan situasi Mesir ke seluruh dunia.

Para wartawan internasional menjadi bulan-bulanan gerombolan 'preman' yang diduga pendukung Mubarak. Mereka dikeroyok, digebuk, dan ditendang seperti maling. Bahkan, kaki seorang jurnalis asal Yunani ditusuk dengan obeng.

Tidak hanya serangan fisik, media pun diintimidasi. Kantor Al Jazeera di Kairo bahkan dibakar dan situsnya dibajak. Tindakan ini diduga sebagai upaya rezim agar apa yang terjadi di negeri itu tidak tersebar ke seluruh dunia.

"Kami tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Tak ada perwakilan media di Mesir yang lolos dari kekerasan," kata Jean-Francois Juillard, kepala advokasi media yang berbasis di Prancis, Reporters Without Borders, seperti dimuat The Star, Sabtu (5/2/2011).

Sementara itu, The Committee to Protect Journalists yang berbasis di New York mendata ada 24 jurnalis ditahan, dan 21 wartawan diserang serta dirampas perlengkapan kerjanya hanya dalam waktu 24 jam. Di antara yang ditahan itu adalah wartawan The New York Times dan Washington Post.

Di Jenewa, Komisioner Lembaga HAM PBB, Navi Pillay mengatakan penahanan para jurnalis itu adalah 'upaya terang-terangan untuk menghalangi pemberitaan'.

Tidak hanya jurnalis yang menjadi target, tapi juga para aktivis HAM. Human Rights Watch melaporkan, salah satu penelitinya, Daniel Williams, telah hilang sejak Kamis (3/2/2011) pagi. Amnesty Internasional juga mengatakan dua stafnya telah raib. Mereka diduga diciduk aparat keamanan.

Pemimpin dunia pun mengecam aksi kekerasan kepada wartawan tersebut. Tidak hanya Obama yang bersuara, Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt, mendesak pemerintah Mesir untuk menghormati kerja para wartawan. "Wartawan adalah mata dan telinga dunia saat ini," kata dia.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati