MBDC mencoba mengingat-ingat dan membuat riset kecil tentang apa sebenarnya kegunaan dari belajar di sekolah. Hasilnya adalah pie chart di bawah ini:





Kegunaan Belajar di Sekolah

Ya kurang lebih gitu. Punya pendapat lain? Silakan share pendapat kamu di comment! Salam pendidikan!
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Nasib orang kadang susah ditebak dan susah disangka, siapa kira, Um yang dulunya siswi pintar, bisa menjadi pekerja seks komersial (PSK) bertarif Rp 350 ribu-500 ribu untuk short time. Semasa duduk di bangku SD dan SMP, sebelum pihak sekolah mengeluarkannya, ia selalu masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya. Namun, kecerdasan Um tak mendapat perhatian semestinya. Orangtuanya yang tinggal di Pringsewu, tergolong miskin. Saat pindah ke Bandar Lampung, gadis berusia 17 tahun ini hidup dalam lingkungan yang membuatnya nakal.
Memprihatinkan banyaknya prostitusi melibatkan para pelajar dibawah umur karena alasan ekonomi
Memprihatinkan banyaknya prostitusi melibatkan para pelajar dibawah umur karena alasan ekonomi
Um yang bertubuh kurus itu mengisahkan, sejak ia kecil, kondisi keluarganya sudah tak harmonis. Anak bungsu dari dua bersaudara ini menceritakan, sewaktu kelas III SD di Pringsewu, ayah dan ibunya kerap bertengkar. Suatu ketika seusai pertengkaran hebat, ayahnya meninggalkan rumah dan tak tahu ke mana perginya. Bahkan, Um mengaku tidak begitu ingat seperti apa rupa ayahnya. “Saya tidak ingat lagi. Ibu cuma bilang kalau ayahnya sudah pergi dan tidak kembali,” katanya kepada Tribun.
Masalah keluarga tersebut sedikit banyak mengganggu studinya. Setelah pertengkaran yang membuat ayahnya pergi, Um yang sejak kelas I sampai III SD selalu ranking satu, merosot menjadi ranking dua saat kelas IV. “Mulai kelas IV sampai kelas VI, kadang saya menjadi juara kelas, atau nomor dua, atau nomor tiga. (Ranking menurun) karena kepikiran kondisi keluarga,” tutur Um.
Setelah lulus SD, sang ibu menitipkan Um kepada bibinya di Bandar Lampung. Ini karena ibunda Um terbentur masalah ekonomi, sehingga tak sanggup menyekolahkannya ke jenjang SMP. Akhirnya, Um pun tinggal di Bandar Lampung. Di Kota Tapis Berseri, Um sekolah di salah satu SMP Negeri favorit. Ketika mengenyam pendidikan di SMP Negeri ternama itu, Um cukup disegani karena berotak encer. Mulai kelas I sampai pertengahan kelas II, Um selalu masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya.
Saat kelas II, Um mulai kenal bolos sekolah. Sebab, ia terkadang merasa agak terkekang. Saking seringnya bolos, Um lalu dipanggil pihak sekolah untuk diperingatkan. Meski begitu, perempuan berambut sebahu ini tidak kapok. Ia malah kerap bolos sekolah, meski hanya untuk nongkrong di tempat hiburan. Terakhir, ia dikeluarkan dari sekolah sekitar 2007. Karena tidak bersekolah, Um berpikiran untuk mencari kerja, tetapi tidak pernah dapat.
“Saya lalu diajak menjadi PSK oleh Tati, teman nongkrong. Saya memang tahu, dia sudah lama jadi PSK, walaupun masih sekolah. Karena tidak tahu lagi harus bagaimana, saya terima saja,” tutur Um. Um menceritakan, laki-laki hidung belang yang kali pertama ia layani ialah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi setempat. Laki-laki itu ia kenal melalui teman yang menawarinya pekerjaan tersebut.
Ketika itu, Um mendapat bayaran besar, mencapai Rp 1,5 juta. Ini setelah ia mengaku masih perawan, belum pernah melakukan hubungan intim. Dalam perjalanan ‘profesinya’ hingga sekarang, Um mematok Rp 350 ribu-500 ribu untuk short time. “Tapi jangan menghakimi saya. Bagaimanapun juga, saya tidak mau bekerja seperti ini. Keadaan yang memaksa. Kalau sudah punya banyak uang, mau buka warung, dan pekerjaan ini akan saya tinggalkan,” tutupnya.

Sumber : http://blademelaju.blogspot.com/2011/02/kisah-tragis-siswi-cerdas-selalu.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Seragam Sekolah dari Berbagai Negara di Dunia


Dulu ada pertanyaan tentang seragam anak sekolah di Jepang yang mirip dengan seragam pelaut. Saya coba tanya ke teman-teman Jepang, kenapa seragam anak sekolah di Jepang mirip seragam pelaut dan mereka radha mengernyit aneh dengan pertanyaan saya. Beberapa hari yang lalu ketika menginap di rumah seorang teman di Tsukuba Daigaku, saya mendapat sedikit penjelasan darinya. Saya coba search di wikipedia tentang セーラ服(se-ra fuku), seragam sailor. Dan lumayan dijelaskan baik dalam edisi bahasa Inggris-nya apalagi yang berbahasa Jepang.

Pakaian ala sailor merupakan ide seorang kepala sekolah Fukuoka jo gakuin, Ibu Elizabeth Lee.Waktu itu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika berolahraga. Maka bu kepsek teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju sailor. Tahun 1918, bu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi (太田豊吉)untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Setelah jadi, baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka bu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim sekarang.

1.Japan

2.United Kingdom

3.RRC(china)

4.IRAN

5.AFRIKA(negaranya gatau)

6.Rusia

seragam ini biasa dipake buat acara kelulusan mereka

7.IRAQ

8.KOREA

9.THAILAND

10.VIETNAM

11. LAOS

12.SINGAPORE

Sebenernya di singapore ga ada seragam nasional...jadi setiap sekolah seragamnya beda-beda..jadi ini Cuma contoh salah satu seragam sekolah di singapore.

13.MALAYSIA

14.INDONESIA

http://www.alkausar.sch.id/files/foto/sma/thumb/sma-putri-berjalan_480x480.jpg

Sumber : http://www.morzing.com/konten/792/seragam-sekolah-dari-berbagai-negara-di-dunia.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>Aksi kekerasan kembali mencoreng dunia pendidikan di tanah air. Gara-gara telat masuk sekolah, Jaya Nur Rahman (13) salah seorang siswa SMPN 1 Nguling di Desa Nguling Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan dipukul dengan kayu rotan oleh satpam sekolah.


Akibat peristiwa itu, kini siswa kelas 1 SMPN 1 tersebut mengaku mengalami trauma berat dan enggan untuk pergi ke sekolah.

Pasalnya pukulan kayu rotan telah membekas di punggungnya. Tak hanya dipukul kayu rotan, tetapi korban juga dicubit hingga dadanya memerah akibat bekas cubitan yang begitu keras.

“Saya telat, terus masuk dikejar sama satpam bernama Siswanto dan langsung dipukul. 7 anak yang dipukul, padahal yang telat 17 siswa. Aturannya selama ini tidak seperti itu kok. Padahal telat cuma 6 menit. Kejadiannya Sabtu (5/2/2011),” ungkap Jaya Nur Rahman, siswa korban kekerasan Senin (7/2/2011) kepada wartawan.

Sementara menanggapi peristiwa penganiayaan itu, Wakil Kepala SMPN 1 Nguling Wasis mengatakan, pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan yang dialami salah satu siswa didiknya tersebut.

Pasalnya selama ini aturan di sekolah tidak memberlakukan adanya hukuman pukulan bagi siswa yang melanggar.

"Tindakan kekerasan itu tidak dibenarkan, dan kami sangat menyayangkan,” kata Wasis, Wakil Kepala SMPN 1 Nguling saat dimintai korfirmasi terkait kejadian penganiayaan di kantornya.

Sumber : http://wolu7.blogspot.com/2011/02/telat-sekolah-siswa-kelas-1-smpn-1.html
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati