type='html'>

Harding Jesse Pomeroy (November 29, 1859 - September 29, 1932) adalah orang termuda yang dinyatakan bersalah atas kejahatan pembunuhan tingkat pertama dalam sejarah Commonwealth of Massachusetts.

Jesse Pomeroy dilahirkan di Charlestown, Massachusetts, untuk Charles dan Ruthann Pomeroy. Dia adalah yang kedua dari dua anak; saudaranya, Charles Jr setahun lebih tua.

Di tahun 1871-1872, ada laporan bahwa beberapa anak laki-laki muda yang berjalan sendirian ke daerah-daerah terpencil dan diserang oleh anak laki-laki yang sedikit lebih tua. Namun, tak seorang pun ditangkap.

Pada tahun 1872, Ruthann dan kedua anak pindah ke Boston Selatan. Serangan Pomeroy terhadap anak-anak muda terus berlanjut, dan ia akhirnya ditangkap dan kasusnya didengar di depan hakim pengadilan anak-anak. Pomeroy dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman yang Lyman School for Boys di Westborough, Massachusetts, untuk minoritas (yaitu, sampai ia berumur 18). The Boston Globe membahas cerita ini; baris terakhir dari artikel: "Pada umumnya menyimpulkan bahwa ia anak laki-laki yang cacat secara mental."

Pada Februari 1874 pada usia 14 tahun, Pomeroy dibebaskan bersyarat kembali ke ibunya dan saudara laki-laki di South Boston. Ibunya berlari penjahitan sendiri toko, dan saudaranya Charles menjual koran.

Pada bulan Maret 1874, gadis 10 tahun dari Boston Selatan bernama Katie Curran tiba-tiba hilang. Pada April 24, 1874, tubuh empat tahun Horace Millen ditemukan yang terpotong di rawa-rawa dari Dorchester Bay. Segera, polisi detektif mencari Pomeroy, meskipun bukti yang melibatkan dirinya dalam kejahatan kurang. Tubuh Katie Curran ditemukan kemudian, di ruang bawah tanah ibu Pomeroy toko pakaian. Jenazahnya terburu-buru dan sembarangan-tersembunyi dalam tumpukan abu.

Pomeroy dibawa untuk melihat tubuh Millen dan bertanya apakah ia melakukan pembunuhan. Pada bagian pemeriksaan, Pomeroy tidak mendapat hak untuk nasihat.

Kasus Pomeroy terdengar oleh Massachusetts Yudisial Mahkamah Agung (Suffolk County, Boston) pada Desember 9 dan 10 Desember, 1874. Pada persidangan, Jaksa Agung berpendapat untuk vonis bersalah dalam pembunuhan tingkat pertama . Dalam argumentasi penutup, ia mendesak alternatif tuduhan pembunuhan dengan kekejaman yang ekstrim, yang menurut hukum Massachusetts, adalah pembunuhan tingkat pertama, tetapi berbeda dari tagihan asli dalam persyaratan direncanakan terlebih dahulu.

Pomeroy dinyatakan bersalah pada Desember 10, 1874, dengan rekomendasi napi pemuda.
Pengacara Pomeroy, Charles Robinson, diajukan dua pengecualian yang ditolak pada bulan Februari 1875, di mana titik Pomeroy dijatuhi hukuman gantung sampai mati.

Pada tahun 1917, Pomeroy pernyataan itu pulang-pergi sejauh membiarkan dia hak istimewa kehidupan lain yang diberikan kepada tahanan. Mula-mula ia menolak, ingin tidak kurang dari pengampunan. Dia akhirnya disesuaikan kepada keadaan berubah dan muncul dalam pertunjukan nyanyi di penjara. pada saat itu ia adalah seorang pria tua dalam kesehatan yang rapuh, ia dipindahkan ke Rumah Sakit Bridgewater untuk kejahatan gila , di mana ia meninggal pada September 29, 1932.



Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Siapa sangka Jesslyn Christabelle Wijaya yang baru tujuh tahun sudah bisa menggelar pameran lukisan tunggal di Sydney, Australia? Pelukis termuda di Indonesia ini memang jago melukis sejak kecil.

Pameran lukisan yang bertajuk Jesslyn Christabelle Wijaya Wonders of Nature, ini menampilkan sejumlah lukisan karya tangan mungil Jesslyn. Pameran ini diselenggarakan di Tap Gallery, 278 Palmer Street, Darlinghurst, di Sydney, Australia, 8 hingga 20 Februari mendatang.

Meski masih berusia muda, Jesslyn mampu menampilkan berbagai lukisan indah. Lukisan alam semesta, galaksi yang rumit, bahkan lukisan bunga yang luar biasa berefek tiga dimensi. Salah satu kebanggaan bocah cantik ini great barrier reef. Sudut pandang pencitraan satelit menjadi beda dari lukisan lain.

Jesslyn juga menunjukkan jiwa sosialnya dengan melelang lukisannya yang berjudul coral reef. Hasil lelang ini akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Meski begitu, Jesslyn tetap seperti anak-anak yang lain. Kecerdasan tidak membuat bocah ini menjadi angkuh ataupun pelit ilmu. Tak jarang, Jesslyn membagikan ilmu melukisnya kepada teman sebaya. Inilah contoh bagaimana melihat potensi anak dan mengembangkannya dengan tepat.

Sumber : http://berita.liputan6.com/sosbud/201102/320214/Ini_Dia_Pelukis_Termuda_Indonesia
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>

Ini dia negara termuda di dunia, Sudan Selatan. Negara ini adalah negara ke-193 di dunia yang lahir setelah proses referendum pada 9-15 Januari lalu.

Senin (7/2/2011) hasil referendum itu diumumkan. Sebanyak 98,83 persen memilih berpisah, sedangkan sisanya 1,17 persen memilih tetap bergabung. “Tidak ada satu orang pun yang menggugat hasil ini,” jelas ketua komisi referendum Muhammad Ibrahim Khalil, saat pengumuman hasil referendum yang dihadiri politikus Sudan, diplomat, staf Perserikatan Bangsa Bangsa dan akademisi di Khartoum, Sudan.

Khalil menguraikan, referendum Sudan berjalan damai dan prosesnya juga dilakukan secara transparan. Khalil juga mengaku Komisi Referendum telah bertemu dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir dan Wakil Presiden Salva Kiir yang kemungkinan besar akan menjadi Presiden Sudan Selatan untuk memberitahu hasil ini. Sementara Al-Bashir, juga dinyatakan telah menerima hasil referendum itu.

Euforia rakyat Sudan Selatan atas hasil referendum itu, dihiasi dengan berbagai atraksi. Mereka menari, memukul drum, dan bersorak-sorai. Dilaporkan, Juba, yang dijadikan sebagai Ibu kota Sudan Selatan, sepanjang hari terlihat ceria. Seluruh warganya mengibarkan bendera Sudan Selatan.

“Kami telah bebas, kami mendapatkan kemerdekaan kami. Ini adalah sejarah, kami melihat negara kami lahir,” ucap William Marchar, warga Sudan Selatan yang dulunya tentara. Tak berhenti di situ, rakyat Sudan Selatan kemudian berbondong-bodong ke makam John Garang, mantan pemberontak yang juga presiden pertama Sudan Selatan.

Namun, meski telah merdeka dan merayakan kemerdekaannya pada 9 Juli 2011, Sudan Selatan masih tetap dihantui masalah perbatasan, antara Sudan Selatan dan Sudan Utara yang diprediksi masih berjalan alot. Penyebabnya tentu saja memperebutkan kekayaaan alam yang tersimpan di bawah tanah Sudan, yakni minyak.

Seperti diketahui, sepanjang dua dekade terakhir, perang saudara terjadi antara Sudan yang mayoritas Muslim di Utara dengan wilayah mayoritas Kristen dan Animisme di Selatan. Setidaknya, perang ini telah menelan korban dua juta jiwa sebelum perjanjian damai 2005 disepakati.

Tak bisa dihindari, perang dan kemiskinan yang membelenggu warga Sudan Selatan, akhirnya membuat negara berpenduduk 8,7 juta jiwa ini ditempatkan sebagai negara paling miskin di dunia. Bahkan, diperkirakan sebanyak 85 persen dari populasi Sudan Selatan buta huruf.

Masa-masa suram juga masih menghantui Juba, kota yang akan menjadi ibukota Sudan Selatan. Di sini, jalan yang beraspal hanya sepanjang 48 kilometer. Sementara untuk penerangan, mayoritas warga bergantung pada generator pribadi. Angka kematian bayi juga masih serius, yakni satu dari sepuluh bayi di bawah satu tahun.

Sumber : http://monitorindonesia.com/2011/02/sudan-selatan-negara-termuda-di-dunia/

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati