type='html'>
Minggu 23 Januari 2011 bangsa Indonesia dikejutkan oleh ditemukannya crop circle berdimeter 70 meter di tanah persawahan di Gunung Suru, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kebupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penemuan ini kontan menjadi kontoversi dan menimbulkan daya tarik luar biasa, sehingga ribuan orang berbondong-bondong untuk melihatnya. Bahkan salah seorang dari mereka, Aldo, mahasiswa Universitas Proklamasi Yogyakarta semester V angkatan 2006, jatuh dari Gunung Suru saat ingin menyaksikan tanda aneh itu pada Rabu 25 Januari 2011, dan meninggal.

Banyak orang berpersepsi, bahwa pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman (crop circle) itu diciptakan oleh makhluk angkasa luar yang kita kenal dengan unindentified flying object (UFO), makhluk yang diyakini memiliki kecerdasan luar biasa. Pasalnya, selain ditemukan di Indonesia, menurut Wikipedia, crop circle juga ditemukan di 26 negara lain di dunia, seperti Inggris, Swiss dan Belanda, dengan jumlah crop circle mencapai sekitar 10.000 buah, dimana 90% di antaranya ditemukan di selatan Inggris. Bahkan crop circle pertama ditemukan di Warminster, Inggris, pada akhir 1970.

Inilah crop circle tersebut ;


Meski memiliki ukuran luar biasa, karena umumnya berdiameter puluhan meter, serta memiliki pola-pola yang rumit, namun didominasi oleh bentuk lingkaran atau setengah lingkaran, crop circle umumnya muncul hanya dalam satu hari, bahkan kurang. Artinya, jika hari ini lingkar tanaman itu belum ada, maka besok lingkar tanaman itu sudah ada.

Sebelum ditemukan di DIY, crop circle biasanya muncul di ladang-ladang gandum, barley, rye, jagung, dan lobak. Baru crop circle yang ditemukan di DIY lah yang berada di sawah yang ditanami padi. Ini terjadi, mungkin, karena ladang negara-negara dimana crop circle yang sebelumnya ditemukan, tidak ditanami padi, melainkan gandum, jagung, rye, barley, dan lobak.

Tapi benarkah crop circle dibuat oleh alien yang mengendarai UFO?

Pada 1991, dua orang yang menyatakan diri sebagai pranksters, Doug Bower dan Dave Chorley, mengaku kalau mereka lah yang membuat fenomena itu mulai 1978 dengan menggunakan alat-alat sederhana. Mereka bahkan membuktikan ucapannya dengan mendemostrasikan pembuatan crop circle dalam waktu hanya satu jam.

Setelah pengakuan yang kebenarannya diragukan tersebut, crop circle bermunculan dimana-mana, di beberapa negara, dan polanya pun makin rumit dan kompleks dibanding pola pertama yang ditemukan di Warminster pada akhir 1970. Beberapa di antaranya bahkan ada yang menyerupai makhluk luar angkasa (alien) seperti yang digambarkan dalam film-film fiksi ilmiah, menyerupai simbol agama, dan simbol mitologis arkeologi.


Kemunculan crop circle-crop circle ini membuat pengakuan Bower dan Chorley terkesampingkan, dan orang menjadi sibuk berspekulasi. Para penggemar mistik, pakar UFO, dan masyarakat awam pun ramai-ramai menawarkan hipotesis dan analisisnya, namun tetap saja, setiap kali crop circle ditemukan, kontroversi dan perdebatan mengiringi kemunculannya yang 'ajaib'. Para ilmuwan yakin fenomena crop circle bukan disebabkan oleh UFO, karena seperti dijelaskan Kepala Pemanfaatan Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Sri Kaloka, jika benar dibuat oleh alien yang mengendarai UFO, maka di lokasi lingkar tanaman itu akan ditemukan gelombang radiasi, baik beta maupun alpa.

"Tapi di situ tidak ditemukan. Bahkan tak ditemukan bekas daun, batang, atau tanah yang terbakar," katanya mengomentari penemuan crop circle di DIY seperti dikutip dari JPNN.com, Rabu (26/1/2011).

Yang menarik, crop circle di DIY tak hanya ditemukan di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, tapi juga di area persawahan di Dusun Panijoyo, Kelurahan Sri Martani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, yang berjarak hanya lima kilometer dari Desa Jogotirto. Bentuk crop circle kedua ini mirip dengan yang di Sleman, namun lebih kecil karena hanya berdiameter 25 meter. Melalui situs, Studentmagz.com, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengklaim bahwa dia dan lima temannya lah yang membuat kedua crop circle tersebut. Hanya saja siapa namanya dan nama kelima temannya, tidak disebutkan. Mahasiswa ini hanya mengaku kalau dia dan teman-temannya adalah mahasiswa-mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan UGM. Benarkah? Yang pasti saat ini Polres Sleman sedang menyelidiki siapa pembuat fenomena yang menghebohkan tersebut.


Organisasi seniman

Anda mungkin bertanya-tanya, jika pengakuan mahasiswa UGM itu benar, apakah tujuannya? Hanya untuk mencari sensasi? Mungkin saja, dengan latar belakang keisengan atau kreatifitas semata. Yang jelas, pada awal 1990-an, seorang seniman Inggris bernama John Lundberg melopori berdirinya Circlemakers, sebuah kelompok yang telah membuat beberapa crop circle di Inggris dan beberapa negara di dunia sebagai bagian dari praktek seni dan untuk komersil.

Pada 11-12 Juli 1992 malam, kelompok ini membuat kompetisi pembuatan crop circle
di Berkshire, Inggris, dengan hadiah beberapa ribu poundsterling yang sebagian dananya disumbangkan oleh Arthur Koestler Foundation. Pemenang kompetisi ini membuat crop circle dengan melibatkan ahli mesin di Westland Helicopters, dan mennggunakan peralatan berupa tali, pipa PVC, dan tangga. Sedang peserta yang lain menggunakan roller taman kecil, papan, dan tali.

Pada 2002, untuk pembuatan film dokumenternya, Discovery Channel menugaskan lima orang aeronautika dan mahasiswa pascasarjana astronautika dari MIT untuk menduplikasi crop circle yang diklaim Bower dan Chorley sebagai lingkar tanaman buatan mereka. Hasilnya diabadikan sebagai bagian dari film dokumenter Discovery Channel yang berjudul Crop Circles: Mysteries in the Fields.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
Salah satu peramal yang paling popular sepanjang sejarah, bahkan sampai abad modern ini, adalah Nostradomus, karena ketepatan ramalan-ramalannya. Lebih dari 400 tahun buku ramalan pria keturunan Yahudi ini berulang kali dicetak ulang, namun tetap laris. Bahkan di internet, kata kunci Nostradamus merupakan salah satu kata kunci yang paling dicari.

Lahir dengan nama Michel de Notredame pada tanggal 14 Desember 1503 di St Remy, Perancis, sebagai anak tertua dari lima bersaudara. Pada 1529, kala masih berusia muda, Nostradamus mendapatkan gelar di bidang pengobatan dan menjadi dokter bagi raja Charles IX selama berjangkitnya wabah pes. Dalam kesempatan itu, dia berkata bahwa dia memiliki kemampuan menyembuhkan dengan cara yang tidak biasa.

Nostradamus berusia 40-an ketika dia secara teratur berada di ruang meditasi dan mengaku melihat penampakan tentang masa depan. Dia mulai mencatat penampakan yang dia dapat dalam bentuk puisi ke dalam bahasa Latin, Yunani dan Perancis. Kemudian catatan tersebut dipublikasikan dalam buku berjudul "Centuries" pada tahun 1558, dan akhirnya menjadi buku yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Nostradamus menikah dua kali, istri pertama dan dua anaknya meninggal karena penyakit pes. Nostradamus sendiri meninggal pada 2 July 1566. Nostradamus menulis ramalannya dalam bentuk sajak, sebagian dengan gaya simbolik. Berbentuk puisi empat-empat baris yang penuh misteri.

Pada 400 tahun lalu, ketika masih hidup, Nostradamus meramalkan tentang Perang Dunia I, Perang Dunia II, Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik, Revolusi Amerika, berdirinya Uni Sovyet dan kehancurannya, berdirinya Israel dan kehancurannya, munculnya Napoleon, Hittler, Mussolini, komunis internasional, kehancuran Hiroshima – Nagasaki oleh bom atom, mendaratnya manusia di bulan, meledaknya pesawat ulang alik, berbagai bencana alam dunia, perpecahan katolik, kontak dengan mahluk angkasa, sampai dengan terjadinya Perang Dunia III, perang akhir zaman (armageddon). Ketepatan hasil ramalan itulah yang pada akhirnya, ia dan bukunya – Centuries – amat mashur.

Kemampuan Nostradamus tersebut menarik minat Andrew Lang dari Institute Research Paraphsycology di Inggris melakukan riset. Setelah melakukan eksperimen dan percobaan dengan cara mengamati dan meniru tata letak, tata ruang kamar kerja Nostradamus beserta semua isinya, dimana kamar kerja Nostradamus yang berukuran 5 x 5 meter, di tengah ruangan terdapat meja kerja dan kursi. Di atas meja terdapat lembaran kertas, alat tulis, tinta, tempat lampu lilin dan sebuah cermin persegi berukuran kecil menghadap ke kursi, sehingga jika seseorang duduk di kursi, maka wajahnya akan terlihat dalam cermin.

Maka dari hasil eksperimen yang dinamakan scrying tersebut, Andrew Lang memberikan hasil hipotesis bahwa dalam proses meramal, Nostradamus tampaknya melihat peristiwa yang akan terjadi melalui cermin yang ada di depannya. Persis seperti nonton televisi, dan Nostradamus tinggal mencatatnya.

Namun hipotesa yang sungguh sangat mengejutkan tentang rahasia besar di balik ramalan Nostradamus datang dari seorang ilmuwan Timur Tengah. Hipotesa tersebut mengatakan, semua ketepatan ramalan Nostradamus pada dasarnya adalah karena Nostadamus membaca, mempelajari, dan “hanya” menuangkan ulang manuskrip-manuskrip kuno yang ia dapatkan dari dunia Arab.

Hipotesa ini didukung fakta, bahwa ternyata Nostradamus bahkan berbahasa Arab. Dan ketika ia melakukan pengobatan, ia meletakkan tangannya di dahi pasiennya, dan membacakan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab yang memiliki irama yang sangat menakjubkan. Dan juga didukung fakta pengakuan Nostradamus sendiri bahwa nenek moyangnya telah mencuri manuskrip-manuskrip dari Bait Al Maqdis (Masjidil Aqsa), dan kemudian mempelajarinya.

Berdasarkan hipotesa terakhir ini, maka semua menjadi jelas dan tidak lagi mengherankan. Karena nabi Muhammad SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Ibn Umar ra :
“ Allah mengangkat dunia untukku, dan aku melihatnya dan melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya hingga hari kiamat, seperti aku melihat kedua telapak tanganku ini. Keduanya jelas terlihat dari Allah yang menampakkannya kepada Nabi-Nya dimana ditampakkan-Nya kepada nabi-nabi sebelumnya “

Kemudian, juga apa yang disampaikan Rasullullah kepada Hudzaifah bin Al Yaman :
“Aku adalah orang yang paling tahu di antara semua orang tentang seluruh fitnah yang terjadi hingga hari kiamat"

Hudzaifah mengatakan dari Rosulullah saw:
"Pelaku fitnah yang jumlahnya mencapai tiga ratus orang itu – kalau engkau mau kusebutkan namanya berikut nama bapak dan tempat tinggalnya masing-masing hingga Hari Kiamat- aku bisa menyebutkannya”.

Sementara Ali bin Abi Thalib mengatakan dari Rosulullah saw :
“ Tanyalah kepadaku, sebab, demi Allah, kalian tidak menanyakan kepadaku tentang sesuatu kelompok orang yang keluar untuk memerangi ratusan orang, atau menunjuki ratusan orang, kecuali aku dapat mengabarkan kepada kalian tentang jalur perjalanannya, pemimpinnya, dan pemberi komandonya yang terjadi antara ( masa hidup ) kalian hingga datangnya Hari Kiamat “
(sumber; situslakalaka)
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Malarangeng meminta kepolisian menindaklanjuti dugaan adanya konspirasi di balik kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia pada final leg pertama Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, pada 26 Desember 2010. Pasalnya, keterlibatan oknum yang diduga dari PSSI itu bukan hanya merupakan tindak kriminal, tapi juga pengkhianatan terhadap bangsa.

Seperti dikutip Yahoo dari Antara, Rabu (2/2/2011), Menegpora mengaku sangat terkejut mendengar adanya informasi itu.

"Kalau informasi itu benar, itu bukan saja kriminal biasa, tapi pengkhiatan kepada bangsa," kata Andi Mallarangeng usai membuka seminar di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Dugaan adanya konspirasi di balik kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia mencuat setelah adanya surat elektronik yang dikirimkan seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (lebih detil, klik di sini). Pria yang mengaku bekerja di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu mengatakan, kekalahan telak 3-0 yang dialami Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia tersebut janggal, karena memang sudah diatur sebelumnya oleh oknum petinggi di PSSI yang bekerja sama dengan bandar judi di Malaysia. Tujuannya, tentu sajahot meraup keuntungan para penjudi yang menjagokan Timnas Indonesia dalam pertandingan itu, dan akibat kekalahan Timnas, oknum tersebut meraup keuntungan puluhan miliar rupiah.

Andi mengaku, untuk menindaklanjuti informasi Eli tersebut, ia telah menugaskan Sekretaris Menegpora Wafid Muharam untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian yang berwenang mengusut tuntas informasi itu. Hanya sayangnya, hingga kini tidak ada yang mengetahui secara pasti identitas Eli yang sebenarnya.

"Informasi itu belum tentu benar dan juga belum tentu tidak benar. Kami tidak bisa menentukan, tapi yang jelas kami menerima informasi itu," tegas Andi.

Terlepas dari kebenaran isi surat tersebut, Andi mengatakan bahwa warga biasa bisa saja memberikan informasi mengenai pelaku kejahatan seperti salah seorang warga negara yang melaporkan keberadaan Gayus Tambunan di luar negeri.

"Saya tidak tahu siapa pengirimnya dan juga tidak tahu apakah informasi itu benar. Tapi bagi saya informasi ini sangat mengejutkan," katanya.

Pada final leg pertama Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Timnas Indonesia dicukur Timnas Malaysia 3-0, namun pada final leg kedua di Senayan, Timnas Indonesia mengalahkan Timnas Malaysia 2-1.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati