type='html'>
Dunia persepakbolaan Indonesia diguncang isu suap terkait kekalahan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Timnas Malaysia 3-0 dalam final Piala AFF leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, pada 26 Desember 2010. Dugaan ini bahkan tak hanya dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi juga kepada Presiden SBY, ketua KONI, ketua DPR, dan Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora).

Seperti dikutip yahoo dari laman Liputan6.com, Selasa (1/2/2011), isu itu dihembuskan oleh Eli Cohen, seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Ditjen Pajak, yang mengadukannya langsung kepada Presiden SBY melalui surat elektronik pada Minggu (30/1/2011). Dalam suratnya, Eli menyebut kalau kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia tersebut janggal, karena memang sudah diatur sebelum pertandingan dimulai. Menurutnya, skandal ini melibatkan bandar judi Malaysia dengan petinggi penting di PSSI.

"Dengan kekalahan tim Indonesia, baik bandar judi maupun dua oknum PSSI meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli.

Untuk menyukseskan skenario kekalahan Timns Indonesia dari Timnas Malaysia, dua pengurus PSSI sempat memasuki ruang ganti pemain dan memberikan instruksi busuk kepada oknum pemain yang menyambutnya dengan senang. Oknum ini kemudian berulah selama berlaga sehingga menjatuhkan mental seluruh skuad, dan Indonesia kalah telak 3-0. Eli bahkan mengatakan, gangguan sinar laser selama laga tersebut disinyalir bagian dari skenario guna menutupi skenario yang sebenarnya.

Belum ada reaksi dari pihak-pihak terkait atas merebaknya isu ini, namun seperti diketahui, ketika Timnas berlaga di Stadion Bukit Jalil memang ada petinggi PSSI yang memasuki ruang ganti pemain, dan selama laga berlangsung, sejumlah suporter kesebelasan Malaysia menyorotkan sinar laser kepada para pemain Indonesia sehingga penjaga gawang Timnas, Markus Haris Maulana, sempat mengajukan protes.


Jika isu ini benar, sungguh suatu skandal yang amat memalukan karena mempertaruhkan martabat bangsa hanya demi kemenangan pribadi di meja judi.

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Malarangeng meminta kepolisian menindaklanjuti dugaan adanya konspirasi di balik kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia pada final leg pertama Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, pada 26 Desember 2010. Pasalnya, keterlibatan oknum yang diduga dari PSSI itu bukan hanya merupakan tindak kriminal, tapi juga pengkhianatan terhadap bangsa.

Seperti dikutip Yahoo dari Antara, Rabu (2/2/2011), Menegpora mengaku sangat terkejut mendengar adanya informasi itu.

"Kalau informasi itu benar, itu bukan saja kriminal biasa, tapi pengkhiatan kepada bangsa," kata Andi Mallarangeng usai membuka seminar di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Dugaan adanya konspirasi di balik kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia mencuat setelah adanya surat elektronik yang dikirimkan seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (lebih detil, klik di sini). Pria yang mengaku bekerja di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu mengatakan, kekalahan telak 3-0 yang dialami Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia tersebut janggal, karena memang sudah diatur sebelumnya oleh oknum petinggi di PSSI yang bekerja sama dengan bandar judi di Malaysia. Tujuannya, tentu sajahot meraup keuntungan para penjudi yang menjagokan Timnas Indonesia dalam pertandingan itu, dan akibat kekalahan Timnas, oknum tersebut meraup keuntungan puluhan miliar rupiah.

Andi mengaku, untuk menindaklanjuti informasi Eli tersebut, ia telah menugaskan Sekretaris Menegpora Wafid Muharam untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian yang berwenang mengusut tuntas informasi itu. Hanya sayangnya, hingga kini tidak ada yang mengetahui secara pasti identitas Eli yang sebenarnya.

"Informasi itu belum tentu benar dan juga belum tentu tidak benar. Kami tidak bisa menentukan, tapi yang jelas kami menerima informasi itu," tegas Andi.

Terlepas dari kebenaran isi surat tersebut, Andi mengatakan bahwa warga biasa bisa saja memberikan informasi mengenai pelaku kejahatan seperti salah seorang warga negara yang melaporkan keberadaan Gayus Tambunan di luar negeri.

"Saya tidak tahu siapa pengirimnya dan juga tidak tahu apakah informasi itu benar. Tapi bagi saya informasi ini sangat mengejutkan," katanya.

Pada final leg pertama Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Timnas Indonesia dicukur Timnas Malaysia 3-0, namun pada final leg kedua di Senayan, Timnas Indonesia mengalahkan Timnas Malaysia 2-1.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

type='html'>
Dunia persepakbolaan Indonesia diguncang isu suap terkait kekalahan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Timnas Malaysia 3-0 dalam final Piala AFF leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, pada 26 Desember 2010. Dugaan ini bahkan tak hanya dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi juga kepada Presiden SBY, ketua KONI, ketua DPR, dan Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora).

Seperti dikutip yahoo dari laman Liputan6.com, Selasa (1/2/2011), isu itu dihembuskan oleh Eli Cohen, seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Ditjen Pajak, yang mengadukannya langsung kepada Presiden SBY melalui surat elektronik pada Minggu (30/1/2011). Dalam suratnya, Eli menyebut kalau kekalahan Timnas Indonesia dari Timnas Malaysia tersebut janggal, karena memang sudah diatur sebelum pertandingan dimulai. Menurutnya, skandal ini melibatkan bandar judi Malaysia dengan petinggi penting di PSSI.

"Dengan kekalahan tim Indonesia, baik bandar judi maupun dua oknum PSSI meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli.

Untuk menyukseskan skenario kekalahan Timns Indonesia dari Timnas Malaysia, dua pengurus PSSI sempat memasuki ruang ganti pemain dan memberikan instruksi busuk kepada oknum pemain yang menyambutnya dengan senang. Oknum ini kemudian berulah selama berlaga sehingga menjatuhkan mental seluruh skuad, dan Indonesia kalah telak 3-0. Eli bahkan mengatakan, gangguan sinar laser selama laga tersebut disinyalir bagian dari skenario guna menutupi skenario yang sebenarnya.

Belum ada reaksi dari pihak-pihak terkait atas merebaknya isu ini, namun seperti diketahui, ketika Timnas berlaga di Stadion Bukit Jalil memang ada petinggi PSSI yang memasuki ruang ganti pemain, dan selama laga berlangsung, sejumlah suporter kesebelasan Malaysia menyorotkan sinar laser kepada para pemain Indonesia sehingga penjaga gawang Timnas, Markus Haris Maulana, sempat mengajukan protes.


Jika isu ini benar, sungguh suatu skandal yang amat memalukan karena mempertaruhkan martabat bangsa hanya demi kemenangan pribadi di meja judi.

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati