Berkompetisi untuk mencari pelanggan dengan cara perang harga dengan kompetitor, merupakan hal yang sudah biasa di Dunia Bisnis, yang menjadi tantangan adalah, bagaimana caranya agar pembeli tetap menjadi pasar wirausaha Anda tanpa harus membanting harga. Berikut kiat bagaimana caranya merebut hati pelanggan tanpa harus Membanting Harga ;

Berikan pelayanan terbaik pada konsumen agar mereka menjadi pelanggan setia anda,
Belajar dari bisnis yang sudah besar. Mereka ternyata memfokuskan pelayanan yang baik pada customer-nya. Itu yang membedakan dengan perusahaan atau bisnis lain yang serupa.

Promosi besar-besaran bukanlah jaminan banyaknya customer datang ke sebuah tempat usaha, Promosi hanya mengundang customer pertama kali saja, selanjutnya customer akan melakukan penilaian. Kalau pelayanannya tidak bagus, ya mereka akan pergi mencari tempat lain. Jadi promosi besar-besar akan percuma tanpa ada pelayanan yang baik.

Layaknya pepatah lama,pengelola usaha harus memperlakukan konsumen sebagai raja. Strategi jadikan konsumen raja' yaitu berhasil mengambil hati konsumen. Meski menetapkan harga lebih tinggi, tetapi tetap dibeli bahkan lebih lama dalam bisnisnya

wirausaha yang sukses adalah yang bisa mengambil hati konsumennya. Apalagi esensi bisnis adalah menciptakan konsumen, menjaga konsumen dan menciptaka.

Berikut poin-poin yang harus dipuaskan oleh para pengelola usaha ;
ada tujuh service bites yang harus dipenuhi. Diantaranya, akses, kompetensi, keramahtamahan, responsif, kecepatan dan keamanan.

Akses misalnya, sebuah tempat usaha akan ditinggalkan jika sulit dijangkau oleh konsumen, baik dari letak fisik, telepon atau online. Tempatnya harus mudah dicari dan punya tempat parkir, kalau tidak akan susah. Telepon juga harus selalu bisa dihubungi, kalau tidak, konsumen jadi malas.

Untuk kompetensi, karyawan di sebuah tempat usaha sudah seharusnya mengetahui info produk dan dapat menjelaskan pada konsumen. Kalau ditanya kenapa batiknya lebih mahal, jangan jawab tidak tahu. Pemilik tempat usaha harus men-training karyawannya untuk ini,

Tak hanya info produk, karyawan juga harus memiliki karakter yang ramah, responsif dan mampu memenuhi harapan konsumen. Selamat Mencoba Semoga bisa Menjadi Pengusaha yang Sukses tan haru banting harga.

Powered By : Crystal X Murah
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Sobat pembaca Ozzys Blog sekalian, postingan o0z edisi salesman ini bukan bermaksud memaksa menjadi seorang salesman, namun hanya masukan saja bagi para pengangguran ( tidak berusaha ) yg mempunyai pola pikir bahwa bekerja itu hanya pada pabrik, instansi, atau pada pemilik modal. Atau bagi mereka yg hampir putus asa karena tidak diterima bekerja dimanapun, salesman atau menjual atau berdagang adalah salah satu solusinya.

Type 1
Oke jika kita jumpai salesman pada umumnya ( bekerja pada perusahaan ), mereka bekerja seolah hanya mengikuti sebuah rule of boss, atau menuruti apa petintah bos. BIasanya salesman type ini adalah mereka salesman yg penurut, dan juga sopan. Mereka menjalankan apa yg dikatakan para leader mereka, bukan menjadi kreatif, tapi bekerja berdasarkan Target Pekerjaan belaka. Salesman type ini berperilaku, yang penting saya menawarkan produk perusahaan dan sudah bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, absen utuh=gaji utuh, nurut apa kata boss dan selamat.

Salesman type ini, tidak heran jika penjualanya yah hanya standar-standar aja, karena sifat dia hanya Pengambil Order saja, bukan type Pemenang Order.

Type 2
Type yg satu ini yg paling banyak kita temui, yaitu salesman yg sangat produktif tapi tidak inovatif. Mereka melakukan bisnis salesman mereka berdasar pada barang apa yg mereka bawa, menjadikan konsumen membeli barang mereka dengan cara yg sangat lihai, panda merayu dan pandai myakinkan konsumen, penjualanya tergolong besar dan mendapat banyak keuntungan, namun sayang type salesman yang satu ini jika terjadi transaksi maka transaksi nya adalah JUAL PUTUS, artinya setelah konsumen membeli dan membayar, udah titik. Berperilaku LAKU SEKARANG=UNTUNG SEKARANG. Banyak sekali tuh tutorialnya, ketik aja di google Cara Menjual dalam 5 Menit, dll.

Type 3
Nah type yg satu ini adalah salesman yang sudah menerapkan ilmu pergeseran nilai-nilai konsumen, dia sadar bahwa sekarang jamannya adalah jaman Enthusiasm Customer bukan jamannya lagi Green Customer. Type salesman yg satu ini mampu menciptakan penjualan berdasarkan nilai, yang artinya jika terjadi transaksi dengan pembeli, maka dia mampu menciptakan pembeli yang sangat antusias dan akhirnya membeli lagi dari dia, bukan pembeli yang beli banyak tapi hanya sekali. Semakin banyak orang membeli dari dia, maka semakin banyak Repeat Order atau pembelian ulang dari dia.

Salesman type 3 mampu menjadikan dirinya selalu diingat oleh konsumen, jika konsumen ingin membeli produk tertentu pasti menghubungi dia, dan salesman model ini sangat amat sangat luar biasa penjualanya, mungkin sedikit di awal namun banjir order dikemudian hari dan terus menerus seperti itu. Ingat, memelihara konsumen lama, akan lebih menguntungkan dari pada mencari konsumen baru yg belum tentu kita dapet.

Salesman model terakhir ini biasanya menghubungi kita secara berkala, menanyakan kabar, dan menanyakan keluahan kita akan produk yg telah dia jual ke kita, mencari solusi, dan biasanya sangat menguasai produk yg dia jual, bukan bertujuan pada untung saja, salesman model ini akan menjadi kosnsultan yang baik akan produknya, dengan demikian secara tidak langsung, dia telah melakukan penjalan luar biasa akan produknya itu. Pesen lagi pesen lagi dan akhirnya pesen lagi.

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Jika kita bertanya kepada orang di sekitar kita, apakah ada yang mau belajar menjadi seorang salesman ? Saya yakin pasti sebagian (besar) jawabanya adalah tidak...tidak... Mereka yang berkata tidak itu jika ditanya kenapa kog tidak mau jadi salesman biasa menjawab, saya tidak bakat, saya tidak pandai bicara, saya takut sama orang, slesman pekerjaan memakasa orang, saya tidak pandai merayu, banyak banget jawabanya. Tapi apakah benar demikian ?

Sesungguhnya, apapun profesi kita, apapun jabatan kita, dimanapun posisi kita, kita tidak dapat menghindar dari perilaku menjual yang sebetulnya ini merupakan konsep dasar pekerjaan salesman. Kita pasti melakukan penjualan itu tiap saat, menjual gagasan dan ide kepada atasan, menjual konsep kepada anak buah, menjual pemikiran pada saat kita menulis agar diterima pembaca, menjual kelebihan barang dan jasa kepada calon konsumen, membujuk rekan kerja agar sepakat dengan cara kerja kita, thats all about salesman.

Coba ambil contoh salah satu posisi di atas, misalnya kita akan "menjual" ide dan gagasan kita kepada atasan. Pastilah tidak serta merta kita mendapat persetujuan dari atasan kita, atasan kita akan bertanya ini dan itu, akan melontarkan kata keberatan dalam hal ini dan itu dalam gagasan kita. Tentunya kita akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari atasan itu, mencari solusi atas keberatan dari atasan kita. Itu semua dengan satu tujuan pasti, yaitu berusaha agar ide gagasan kita diterima.

Nah, apa yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sekelumit contoh di atas, ini sebenarnya adalah konsep dasar seorang salesman. Dan jangan salah, semua itu jika dipelajari pasti ada ilmu dan caranya. Jika kita mampu menguasai teknik "penjualan" dengan bagus, pastilah banyak ide, barang, jasa yang kita miliki bisa terjual, yg artinya itu nilai positif buat kita, dan pintu karir serta kesuksesan menjadi lebih terbuka, demikian pula sebaliknya.

Modal utama seorang salesman BUKAN BAKAT, TAPI KEMAUAN. Berdasar pengalaman pribadi saya, saya ngajak seorang temen yang pengangguran untuk mengambil profesi salesman dari pada kesana-kemari cari kerja ga diterima. Benar, jawabanya, saya tidak bakat, saya tidak bisa bicara, saya minder ketemu orang banyak apalagi dalam pertemuan. Lalu saya terangkan konsep dasar salesman, kenapa konsep dasar? Ya karena yg saya kuasai baru dasar nya aja :)

Waktu itu saya jelaskan bahwa salesman adalah ilmu LEARNING BY DOING, artinya bukan bakat yang mempengaruhi, tapi jam terbang yang akan mengasah kita, kalau ga mau terus belajar yah itu tadi akhirnya, pasti bilang "saya sudah coba dan gagal", tapi setelah gagal dicoba lagi ga? trus gagal nya karena apa tahu ndak? trus diperbaiki dan dicoba lagi ga?

Eh sekarang, yg tadinya nganggur malah keasyikan jadi salesman tuh, bahkan jadi jarang ketemu karena hatinya udah KLIK ama dunia Sales dan Markrting, dia begitu asyik dan sibuk mengurus konsumen di siang hari, dan keluarga di sore hari nya, jadi jarang main deh :) kalau dulu pas nganggur kalau mau cari dia gampang banget, di warung biasanya bisa ketemu, he he.

Jadi, jangan pernah putus asa jika tidak diterima kerja, jangan pernah putus asa IJASAH S1 Pertanian, Teknik, dan ijazah lainya tidak bisa mencari pekerjaan pabrikan, dunia masih luas mas mbak. Lulus SMA juga jangan berkecil hati jika tidak bisa nerusin sekolah, MENJADI SALESMAN, KENAPA TIDAK? SENGSARA APAPUN DALAM PKERJAAN, MASIH SENGSARA PENGANGGURAN.
[postingan EDISI SALESMAN by o0z]

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Prospek Menekuni Bidang Sales dan Marketing #2

Pada postingan sebelumnya di The Salesman #2 saya bercerita tentag profesi salesman di lingkungan saya yang mulai tidak lagi dianggap "tabu", kini banyak orang di sini yang menjadikan salesman sebagai salah satu pilihan dalam mencari nafkah.

Berdagang adalah salah satu pilihan yang tepat buat kita dalam mencari nafkah, menjadikannya sebagai penopang pemenuhan financial kita dalam kehidupan sehari-hari, dan bagi saya pribadi, salesman adalah pilihan yang tepat di masa ini.

Saya renungkan dalam kesharian apa yang saya lihat, dari media TV, dari lingkungan sekitar, dari surat kabar dan dari media yang lain. Banyak sekali usaha menjual dilakukan, dan ingin tahu siapa di balik itu semua ? Pabrik sandal? pabrik kulkas? pabrik minuman? pabrik tv? BUKAN !!!!!! Kebanyakan di balik itu semua adalah mereka yang berfikir keras untuk menjual, ide kreatif, gambar menarik, perkataan menyentuh, semua dilakukan oleh divisi pemasaran atau merketing dan divisi penjualan untuk salesman. Iklan-iklan itu bukan dibikin oleh pabrik yang memikirkan bahan baku dan proses produksi.

Berapa ratus ribu dokter lahir tiap tahun di indonesia ? berapa ratus ribu tenaga mekanik lahir di indonesia? Lulusan teknik industri? lulusan sekolah koki? lulusan sekolah komputer? lulusan sekolah perbengkelan atau teknik? lulusan lulusan yang lain? sangat banyak. Akan tetapi semua keahlian itu tanpa dibarengi kemampuan menjual akan berakhir sia-sia.

Oke taruhlah anda berpendapat, "saya lulusan teknik, saya bisa bekerja pada pabrik pembuatan mobil, saya dapat uang dari situ", lalu siapa yang menjual mobil bikinan anda? divisi cleaning service? personalia? atau pak direktur? bukan!!! itu semua dilimpahkan ke bagian pemasaran mas, mbak. dan bagian pemasaran membutuhkan karyawan ujung tombak seperti salah satunya adalah salesman.

Jika memang kita mau belajar menjadi seorang tenaga penjual yang profesional, perusahaan mana sih yang tidak mau barangnya laku terjual oleh salesman? Nah dari sini mas, mbak, bagi anda yang lulusan apapun, tidak ada salahnya belajar sales dan marketing, menjadi penjual dengan nilai plus juga lebih baik, anda punya skill komputer dan menguasai ilmu pemasaran akan lebih baik dari pada anda bekerja pada sebuah perusahaan. " Tapi kalau kerja di perusahaan kan dapet gaji pokok" yah kalau anda berpendapat seperti itu berarti anda dan skill anda dimiliki perusahaan, kira-kira labanya berapa tuh perushaan dibanding gaji anda? tak banyak perusahaan yang bisa bertahan kalau gaji karyawan 1jt tapi labanya 500rb(misal).

Anyway, by the way, bus way :) bagi para lulusan smu dan yang sederajat, jangan berkecil hati jika tidak dapat meneruskan pendidikan ke jenjang strata. Berlatih menjadi seorang salesman ( tenaga penjual ) adalah pilihan bonafit untuk saat ini, saya contoh kan perusahaan di tempat saya bekerja, tenaga salesman adalah jabatan paling terhormat, tanpa salesman perusahaan kami tidak bisa tumbuh dan berkembang, tanpa hasil jualan dari salesman kami tidak bisa ngasih gaji admin, sopir, tenaga gudang, dan staff yang lain, karena memang sumber penghasilan suatu perusahaan adalah dari hasil jualan, bukan hibah dari bank.
[postingan EDISI SALESMAN by o0z]

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Prospek Menekuni Bidang Sales dan Marketing #1

Seperti kita ketahui, Salesman adalah sebuah skill. Dan berarti itu adalah sebuah keahlian. Menurut hemat saya yang dinamakan "ahli" sesuatu adalah ketika kita mampu menghasilkan dengan sesuatu itu, ya itu adalah income, di sini yang saya maksudkan adalah financial. Ahli komputer, artinya kemampuan komputernya bisa memberikan income. Ahli bahasa, artinya bisa jadi dia disewa untuk membahas masalah bahasa, dan ahli-ahli yang lain. Demikian juga mereka yang ahli dalam hal menjual ( salesman yg ahli ) maka dia bisa mendapatkan income dari keahlianya itu.

Negara kita adalah negara yang sedang berkembang. Banyak sekali bermunculan produsen-produsen yang berlomba-lomba mencari pasar untuk produk yang mereka anggap High Demand. Namun demikian apa jadinya jika mereka tidak mengguankan tenaga penjual seperti salesman. Perusahaan ini membutuhkan para salesman untuk mempercepat distribusi barang dari produsen ke konsumen yang artinya adalah bahwa salesman di gunakan untuk mempercepat perputaran modal mereka.

Sebagai contoh, teman saya bekerja pada sebuah produsen mesin cuci dengan merek El*******X, secara awam kita berpendapat bahwa merek mesin cuci yang satu ini pastilah sudah laku di pasaran, karena memang merek ini sudah amat sangat terkenal. Namun demikian pabrikan ini masih saja menggunakan jasa salesman untuk menjual mesin cuci seharga 12 juta itu LANGSUNG pada konsumen non toko. Ini salah satu bukti bahwa pabrikan yang satu ini memerlukan percepatan perputaran modal dalam perusahaan mereka.

Sekarang, di tempat lingkungan saya tinggal, profesi salesman sudah tidak lagi gianggap sebagai sebuah profesi yang "tabu" atau dihindari. Dahulu, ketika mendengar kata "Lowongan Kerja Marketing" pasti komentarnya "Paling-paling jadi sales, males ah". Kurangnya pengetahuan mengenai profesi ini, menjadikan profesi salesman begitu tidak diminati di masa lalu.
[postingan EDISI SALESMAN by o0z]

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Dengan Atau Tanpa Salesman
Salesman atau tenaga penjual adalah kita yang berusaha melakukan penjualan produk, bisa berupa barang, bisa juga berupa jasa. Melakukan penjualan artinya mengusahakan terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli, interaksi yang sering di sebut oleh salesman sebagai closing.

Coba kita bayangkan apabila di dunia ini tidak ada salesman, tidak ada usaha menarik konsumen, tidak ada komitmen penjualan, dan tidak ada penyampaian produk. Contoh saja kita masuk sebuah dealer motor, tidak ada orang yang menghampiri kita untuk menerangkan produk, tidak ada siapapun yang membantu kita mengambil keputusan dalam membeli motor, pilihan mana yang terbaik, sungguh situasi yang tidak mengenakan baik bagi produsen, atau pun calon pembeli.

Salesman is about skill
"Manusia Terlahir Sebagai Penjual" sering kita mendengar kalimat ini, biasanya dicontohkan dengan bayi, bayi pun menjual tangisan untuk mendapatkan susu dari bundanya. Ini adalah penjualan pertama seorang manusia.

Dalam dunia bisnis, marketing, menjual tidak semudah menangis seperti bayi. Kita berhadapan dengan para pengambil keputusan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ini mengharuskan kita untuk bisa menghadapi berbagai karakteristik ini, bukan untuk dihindari, bukan untuk dijauhi, "wah gak mau saya jual ke dia, dia orang pemarah", apa jadinya kalau galery yang anda kelola dalam satu hari dikunjungi 100 orang dan 90 diantaranya seorang pemarah?

Nah salesman adalah mengenai keahlian, mempelajari karakteristik pun kompleks adanya, tidak hanya soal manusianya, tapi juga soal areal penjualan, dan juga karakteristik waktu penjualan, perbandingan dasar antara permintaan dan kebutuhan, kompetitor. Cara menuntun calon pembeli untuk mengambiil keputusan membeli barang/jasa dari kita, terjadi penjualan ulang atau repeat order, semua itu membutuhkan skill, jadi Salesman Itu adalah sebuah keahlian.

[postingan EDISI SALESMAN by o0z]

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati