Ozzy's Blog - Negeri saya ini memiliki ragam budaya yang sangat luar biasa banyak nya, itu kata budayawan, kata yang lainya bagai mana?
Kebudayaan menjadi ciri khas dari suatu bangsa, salah satunya Kethoprak, yaitu suatu pementasan teatrikal yang sudah lama sekali ada di Indonesia. Pementasan yang menceritakan "lakon" tertentu berdasarkan alur cerita yang telah ditentukan. Isi dari "lakon" itu pun ada beraneka ragam, mulai dari "dagelan" sampai pada "lakon" Babat Jawa.

Dari kethoprak ini, banyak sekali intisari-intisari yang dapat kita peroleh, dari pengamatan saya kemarin, waktu saya nonton kethoprak di desa saya, kethoprak berisi wawasan-wasan seni, didalam nya terdapat beragam nilai seni yang dapat saya nikmati, ada "tetembangan" yaitu lagu-lagu berisikan petuah dan kesenangan, ada tari-tarian, seni akting, busana jawa, dan tentunya alur cerita itu sendiri.

Pementasan kethoprak mampu memberi inspirasi bagi penontonya, karena kisah-kisah yang di pentaskan biasa dikemas dalam sebuah percakapan yang bisa dipahami dan berdasarkan kisah pribadi para pemain kethoprak itu sendiri, tentunya tanpa meninggalkan alur cerita utama.

Kethoprak biasa dipentaskan dalam acara-acara tsyakuran, atau dalam rangka memperingati suatu peristiwa. Seperti dalam tasyakuran pernikahan sampai dengan peringatan kemerdekaan, atau bahkan dalam pergantian tahun. Dimainkan oleh grup-grup kesenian kethoprak yang masih eksis mempertahankan budaya bangsa yang satu ini.
Namun sungguh memprihatinkan, ditengah krisis budaya yang dialami bangsa ini, sementara para pemerhati budaya berjibaku mempertahankan kelestarian kebudayaan Indonesia, justru ada seseorang yang entah dari mana idenya, membuat film dengan tema "gigolo". Suatu pembodohan, apabila kita perhatiakan, budaya kita yang menjunjung tinggi nilai-nila kesopanan dan kesusilaan terasa terkoyak-koyak dengan karya-karya seperti ini, itu pendapat saya. Lalu bagai mana dengan anda?

 Sebuah karya seni, harusnya mencerminkan nilai-nilai budaya yang positif, bukan memberikan inspirasi "sesat" dan "sesaat", lalu apa yang didapat? Uang? Dengan menjual diri? Ketenaran? Indonesia GIGOLO? Atau apa?

Inilah sebenar nya yang perlu kita saring satu demi satu, sebuah pola pembodohan yang sangat membahayakan bangsa ini, menurunkan derajat kita di mata dunia. Seolah-olah "meng-iyakan" hal-hal semacam ini, yuk kita lindungi diri kita dan keluarga kita dari hal-hal yang membodohkan. Sekian kawan tulisan ini saya ketik, maaf karena baru latihan nulis.
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

4 Responses to this post

  1. Sudino Dinoe on May 3, 2010 at 7:13 AM

    Benar mas..jauhkan diri kita dari hal-hal bodoh yg bisa merusak citra diri dan bangsa

  2. joe on May 3, 2010 at 9:44 AM

    kalo kethoprak ada gigolonya gimana ya?

  3. secangkir teh dan sekerat roti on May 3, 2010 at 6:55 PM

    cukup inspiratif!

  4. Sudino Dinoe on May 4, 2010 at 10:13 PM

    Thanks atas sharenya mas

Leave a comment

Komentarmu=Jati Dirimu