Artikel Marketing-Mencari pekerjaan itu sulit? Ataukah kita yang terlalu banyak menuntut dan memilih? Itulah tema obrolan saya dengan Bapak Ir.Subandri, salah seorang leader di perusahaan tempat saya bekerja. Bermula dengan susahnya mencari karyawan untuk ditempatkan pada posisi salesman, maka obrolan saya dengan beliau dimulai.

Akhir-akhir ini, perusahaan tempat saya bekerja, yang bergerak dalam bidang Direct Selling (DS), sangat susah mencari karyawan untuk diposisikan dibagian sales marketing. "Harusnya mudah to mas, lha wong sekarang itu cari kerjaan susah, dan banyak pengangguran di luar sana", itu kata beliau pada waktu memulai pembicaraan ini.


Kenapa bisa jadi sulit mencari karyawan, kenyataan lapangan saya buktikan, setiap ada karyawan baru diposisikan di bagian sales marketing, mereka pasti mengeluh tentang susah nya mencari pelanggan, dan akhirnya keluar.

"Banyak mereka masuk keperusahaan ini hanya untuk bekerja, bukan mencari hasil" al-hasil ketika mereka bekerja dan tidak terjadi closing penjualan, otomatis mereka menjadi down dan kemudian berputus asa.

Membangun Visi, "Mas, kita harus bisa membangun visi atas tujuan mereka bekerja" maksudnya adalah ketika karyawan masuk di tempat kerja, kita sebagai leader harus bisa menciptakan visi kepada anak buah kita, jadi ketika mereka bekerja itu bukan asal jalan saja, melainkan sudah terkonsep dengan benar, apabila konsep sudah benar, sesuai ketentuan dasar marketing, tentu hasil akan menyusul dengan sendiri nya.

Lalu apa yang dilakukan Bapak Ir.Subandri sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang dinamis dan memiliki ritme kerja yang teratur? Beliau selalu menanam kan etos kerja yang tinggi dengan kedisiplinan yang kuat dengan cara
"menjual"  visi kerja kepada anak buah nya. Berikut adalah visi yang selalu ditanamkan kepada anak buah beliau.

  1. Bekerja adalah wajib hukum nya bagi kepala rumah tangga, kita meninggalkan rumah tentu orang rumah tahunya adalah kita bekerja, jadi jangan bermalas-malasan, kalo kita berangkat kerja kog malas-malasan itu rugi dua sisi, pertama: kita sendiri minim pendapatan, kedua: kita menipu anak dan istri kita. "katanya berangkat kerja cari nafkah, kog malas-malasan".
  2. Bekerja bukan dijadikan beban, akan tetapi dijadikan kebutuhan yang sangat kita mau, Di ibaratkan di sini kalo kita bekerja karena beban, sama halnya dengan kuli yang sedang mengangkat barang sambil menarik bak dengan penuh muatan barang. Betapa tidak, beban dari rumah sudah berat, yaitu mencarikan nafkah untuk anak dan istri, sementara beban yang lain adalah dikejar target dari perusahaan.
  3. Pentingnya kedisiplinan kerja untuk mencapai penghasilan yang bisa terukur, taruhlah contoh : berapa kali kita promo? Banyak mana hasilnya, antara sales yang sering promo dengan sales yang hanya duduk-duduk diwarung sambil sesekali promo kalau ada peluang. Peluang bukan ditunggu, melainkan kita jemput.
  4. Menempatkan semua pada porsinya, jangan merasa diperas. Banyak juga salesman yang kaluar karena merasa tenaganya diperas ( kerja rodi ) untuk perusahaan tempat dia bekerja. Padahal kalau kita punya mind set seperti itu, akhirnya yang terjadi adalah tidak munculnya angka-angka penjualan yang sebenarnya adalah harta yang seharusnya kita peroleh. "biar lah leader bekerja sebagai leader, admin hanya duduk di ruangannya untuk mengerjakan setumpuk laporan, biar kolektor enak-enakan naik motor kesana-kemari mengunjungi pembeli yang akan mambayar angsuran, kita marleting tugas kita adalah memunculkan angka penjualan, titik.
  5. Selalu banyak belajar dari kegagalan yang kita dapatkan dalam perjalanan kita sebagai pemasar, kegagalan demi kegagalan kita dapatkan untuk menjadi seorang maestro.

Nah kira-kira begitu point yang dapat saya ambil dari perbincangan saya dengan Bapak Ir.Subandri, catatan kecil ini saya posting untuk menambah semangat saya sendiri, apabila teman-teman merasa terinspirasi berarti bermanfaat juga untuk teman-teman,oke teman sekian dulu catatan saya kali ini.
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

2 Responses to this post

  1. Herdoni Wahyono on April 30, 2010 at 10:16 PM

    Sebuah pandangan dan referensi yang sangat bagus dan menarik. Memang dibutuhkan pemahaman, dorongan semangat, ketekunan, dan ketabahan dalam menggapai visi dan misi perusahaan dimana kita bekerja. Salam sukses.

  2. an on May 1, 2010 at 7:08 AM

    nah ini dia yang patut di terapkan walau kita berbeda beda pekerjaan kita bisa ambil paling tidak sisi baiknya..mantaf info menarik semoga berguna untuk semua

Leave a comment

Komentarmu=Jati Dirimu