Prospek Menekuni Bidang Sales dan Marketing #2

Pada postingan sebelumnya di The Salesman #2 saya bercerita tentag profesi salesman di lingkungan saya yang mulai tidak lagi dianggap "tabu", kini banyak orang di sini yang menjadikan salesman sebagai salah satu pilihan dalam mencari nafkah.

Berdagang adalah salah satu pilihan yang tepat buat kita dalam mencari nafkah, menjadikannya sebagai penopang pemenuhan financial kita dalam kehidupan sehari-hari, dan bagi saya pribadi, salesman adalah pilihan yang tepat di masa ini.

Saya renungkan dalam kesharian apa yang saya lihat, dari media TV, dari lingkungan sekitar, dari surat kabar dan dari media yang lain. Banyak sekali usaha menjual dilakukan, dan ingin tahu siapa di balik itu semua ? Pabrik sandal? pabrik kulkas? pabrik minuman? pabrik tv? BUKAN !!!!!! Kebanyakan di balik itu semua adalah mereka yang berfikir keras untuk menjual, ide kreatif, gambar menarik, perkataan menyentuh, semua dilakukan oleh divisi pemasaran atau merketing dan divisi penjualan untuk salesman. Iklan-iklan itu bukan dibikin oleh pabrik yang memikirkan bahan baku dan proses produksi.

Berapa ratus ribu dokter lahir tiap tahun di indonesia ? berapa ratus ribu tenaga mekanik lahir di indonesia? Lulusan teknik industri? lulusan sekolah koki? lulusan sekolah komputer? lulusan sekolah perbengkelan atau teknik? lulusan lulusan yang lain? sangat banyak. Akan tetapi semua keahlian itu tanpa dibarengi kemampuan menjual akan berakhir sia-sia.

Oke taruhlah anda berpendapat, "saya lulusan teknik, saya bisa bekerja pada pabrik pembuatan mobil, saya dapat uang dari situ", lalu siapa yang menjual mobil bikinan anda? divisi cleaning service? personalia? atau pak direktur? bukan!!! itu semua dilimpahkan ke bagian pemasaran mas, mbak. dan bagian pemasaran membutuhkan karyawan ujung tombak seperti salah satunya adalah salesman.

Jika memang kita mau belajar menjadi seorang tenaga penjual yang profesional, perusahaan mana sih yang tidak mau barangnya laku terjual oleh salesman? Nah dari sini mas, mbak, bagi anda yang lulusan apapun, tidak ada salahnya belajar sales dan marketing, menjadi penjual dengan nilai plus juga lebih baik, anda punya skill komputer dan menguasai ilmu pemasaran akan lebih baik dari pada anda bekerja pada sebuah perusahaan. " Tapi kalau kerja di perusahaan kan dapet gaji pokok" yah kalau anda berpendapat seperti itu berarti anda dan skill anda dimiliki perusahaan, kira-kira labanya berapa tuh perushaan dibanding gaji anda? tak banyak perusahaan yang bisa bertahan kalau gaji karyawan 1jt tapi labanya 500rb(misal).

Anyway, by the way, bus way :) bagi para lulusan smu dan yang sederajat, jangan berkecil hati jika tidak dapat meneruskan pendidikan ke jenjang strata. Berlatih menjadi seorang salesman ( tenaga penjual ) adalah pilihan bonafit untuk saat ini, saya contoh kan perusahaan di tempat saya bekerja, tenaga salesman adalah jabatan paling terhormat, tanpa salesman perusahaan kami tidak bisa tumbuh dan berkembang, tanpa hasil jualan dari salesman kami tidak bisa ngasih gaji admin, sopir, tenaga gudang, dan staff yang lain, karena memang sumber penghasilan suatu perusahaan adalah dari hasil jualan, bukan hibah dari bank.
[postingan EDISI SALESMAN by o0z]

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

6 Responses to this post

  1. pakwow_keren on August 28, 2010 at 5:07 PM

    wah lama gak mampir kesini..
    tema menarik nih,,bsk2 a baca smua serinya dah...

  2. zan P O P on August 28, 2010 at 11:59 PM

    profesi salesman memang ga bisa di pandang sebelah mata ya sob...saya saja yg sudah betahun - tahun kerja masih belum sanggup kalo di suruh jadi salesman,seperti butuh kesabaran dan trik2 agar barang yg di jual laku ya sob...

  3. Elvindinata on August 29, 2010 at 1:21 AM

    oke,,,lanjut postingan salemannya sob,,,ditungu ya,,,salesman #4 nya,,happy blogging yah :)

  4. rizal on August 29, 2010 at 5:01 AM

    jika harus memilih mungkin saya paling nggak bisa milih jadi salesamn bukan apa-apa tapi saya emang nggak bakat, ini pernah saya buktikan

  5. zan P O P on August 29, 2010 at 10:42 AM

    siang mas...saya datang cuma untuk say Hai ^__^


    *Reply dari topik di blog saya :
    "jangankan ngusrus perbatasan, ngurus orang mikskin dan terlantar aja belum bisa tuntas."

    Tanya kenapa...(he3 kyk iklan)...apakah mental pemimpin bangsa ini yang sebetulnya kaya adalah betul2 mental pemimpin sejati ,atau mental maling yang cuma memperkaya diri masing - masing,tanpa mementingkan kepentingan rakyat miskin yang harus di utamakan?

  6. TUKANG CoLoNG on August 30, 2010 at 2:51 PM

    di daerah saya salesmen masih menjadi sebuah pekerjaan yang ditakuti.

Leave a comment

Komentarmu=Jati Dirimu